Home » » Ulasan Singkat Tentang asal Muasal Suku Pekal

Ulasan Singkat Tentang asal Muasal Suku Pekal

Dalam tulisan ini sedikit saya mengulas kembali sejarah suku pekal itu sendiri, sebagai tambahan pengetahuan kita tentang suku-suku yang ada di propinsi Bengkulu secara khusus dan suku-suku yang ada di Indonesia secara Umum.

Beberapa sumber yang saya baca tentang ulasan sejarah suku pekal mengatakan bahwa, suku pekal itu sendiri merupakan embrio dari hasil persilangan antara Suku Minang Kabau yang ada di Sumatera Barat dengan Suku Rejang Lebong yang ada di propinsi Bengkulu. Asal kata pekal itu senderi berasal dari kata “ Mengkal” yang berarti  masak belum Mentah tidak lagi. Jadi disini dapat kita katakan bahwa Suku Pekal itu sendiri merupakan percampuran antara Suku Rejang dan Suku minangkabau.
Menurut cerita terdahulu, ada seorang raja asal Rejang Lebong mempunyai 7 orang anak. Anak-anak raja ini sangatlah gagah-gagah dan cantik. dikatakan gagah karena dari 7 bersaudara itu, 6 di antaranya adalah Laki-laki dan hanya 1 orang yang perempuan. Mereka hidup bahagia di bawah suguhan kasih sayang sang raja yang arif dan bijaksana. Namun kebagagiaan sang raja itu terusik oleh kisah cinta puri Bungsu sang Raja, Putri Bungsunya itu bernama putri Rindu Bulan. Alkisah bermula dari putri Rindung Bulan main mata dengan pemuda biasa di kerajaannya, (Namun dari sumber yang berbeda, bukan karena persoalan Cinta kepada rakyat biasa, Namun Putri Rindung Bulan ini mengidap sebuah penyakit yang membuat Sang Raja tidak senang melihatnya) sehingga membuat raja Rejang Lebong marah. Raja memerintahkan keenam putranya untuk membunuh putrinya tersebut. (Dalam sumber yang lain, bukan ke enam anak raja yang diperintahkan untuk membunuh Puri Rindung Bulan, namun Anak yang Ke-6 yang di perintahkan untuk membunuhnya).
Atas perintah ayahnya itu berangkatlah enam anak Raja itu, namun ke enam kakaknya ini tidak melakukan seperti yang di perintahkan ayahnya (sang Raja), karena mereka tidak tega membunuh adiknya yang merupakan saudara kandungnya sendiri. Malah mereka membawa adik bungsunya itu ke pinggir sungai besar dan membuatkan sebuah rakit dari bambu aur dengan dibekali beras dan ayam. Maka berakitlah sang putri menyelusuri sungai. Sungai ini berasal dari 2 bukit yang satu itu bukit tapus yang sungai bermuara di muara ketahun dan yang satunya lagi bermuara ke Jambi. Hari demi hari,minggu demi minggu bahkan berbulan-bulan hingga setahun putri Rindu Bulan menyelusuri sungai hingga rakitnya rusak di muara. Kemudian ayam yang dibawah berubah menjadi seekor elang sedangkan beras yang dibawah tertumpah dan berubah menjadi senggugu.
Setelah rakitnya diperbaiki,putri Rindu Bulan kembali berakit hingga akhirnya sampai di pulau Pagai di daerah Padang. Kemudian ia di selamatkan oleh orang-orang di sana. Putri Rindu Bulan di berikan baju yang bagus, sehingga Muncul kembali aura kecantikan sang Putri. Karena kecantikanya itu,sang Putri Rindu Bulan disukai anak raja dari kerajaan pagai dan akhirnya jatuh cinta pada sang putri. Dan akhirnya dipinangla putri Rindu Bulan oleh Anak sang Raja hingga menikahlah mereka berdua.
Sementara itu, Di daerah asal putri Rindu Bulan,ayahnya bertanya kepada ke-enam anaknya. Apakah putri Rindu Bulan telah dibunuh. Tentunya ke-enam kakaknya menjawab tidak,kami tidak tega membunuh adik kandung kami sendiri,kami terlalu menyayanginya kata ke-enam kakaknya itu.
Putri Rindu Bulan kemudian mengakatan pada suaminya bahwa daerah asalnyadi daerah Rejang Lebong. Putri Rindu Bulan pun dan suaminya mengutuskan untuk kembali ke Rejang Lebong dengan melintasi sungai ketahun.


Penulis: Hairi Yanto
Mahasiswa Pasca Sarjana Unib


Sumber:
https://www.id.m.wikipeiaa.org
https://gogoleak.wordpress.com
https://suku.dunia.blogspot.co.id
https://wineayuamanda.blogspot.co.id
   

2 comments:

Yudha Utama mengatakan...

Asli org pekal kah?

Belajar Menjadi Sukses mengatakan...

Insya Allah Asli Orang Pekal Bang Yudha Utama...heheee


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut