Buku Approaches to Discourse Analysis oleh Deborah Schiffrin



DISCOURSE ANALYSIS SUBJECT

Nama                       : Hairi Yanto
Prodi                        : Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris
Semester                  : 1 (Satu)
Dosen Pengampu   : Dr. Syahrial, M.A, Ph.D
                                   Prof. Safnil, M.A, Ph.D

            Perkenalan singkat tentang seorang ahli bahasa yang berkebangsaan Amerika, Deborah Sue Schiffrin.  
            Deborah Sue Schiffrin, adalah sosok wanita cerdas yang lahir pada tanggal 30 Mei 1951 di Philadelphia Amerika Serikat. Dia adalah seorang ahli bahasa bidang analisis wacana, sosiolinguistik, pragmatik, interaksi bahasa, analisis naratif, tata bahasa dalam interaksi, bahasa dan identitas, dan sejarah. Dia mendapatkan gelar B.A. dalam sosiologi dari Temple University pada tahun 1972, kemudian seorang MA dalam sosiologi juga dari Temple University pada tahun  1975 serta gelar PhD-nya. dalam Linguistik dari University of Pennsylvania pada tahun 1982.
            Suami dari Dr. Louis Scavo ini, mengajar di Universitas Georgetown di Washington DC, University of California di Berkeley California hingga tutup usia pada tanggal 20 Juli 2013. Deborah juga meninggal kan seorang suami dan dua orang anaknya David dan Laura Scavo. Jabatan terakhir yang di emban oleh Profesor Schiffrin adalah anggota staf fakultas linguistik Universitas Georgetown yang terkenal dari tahun 1982 sampai 2013, dan menjabat sebagai ketua departemen dari tahun 2003 sampai 2009.
Sepanjang karirnya, Schiffrin menulis empat buku, menyunting lima buku, menerbitkan lebih dari 51 artikel dan bab buku, dan memimpin 44 sukses Ph.D. disertasi. Schiffrin juga bertugas di dewan editorial jurnal akademis termasuk Language in Society, Journal Pragmatics, Bahasa dan Komunikasi, Proses Wacana, Kajian Wacana and Storyworlds, serta beberapa rangkaian buku akademis John Benjamins Publishing Company Pragmatics and Beyond Seri Baru. Semua yang tahu, bekerja dengan, atau belajar dengan Deborah Schiffrin tahu bahwa intelek cemerlangnya dicocokkan dengan sikapnya yang diam dan sederhana tanpa suara.
Istri dan Anak Pertamaku

Deborah termasuk seorang professor yang active dalam menulis, sehingga banyak melahirkan karya-karyanya. Termasuk Karyanya yang menggabungkan analisis linguistik berbutir halus dengan perhatian sosiologis terhadap kekuatan sosial yang bekerja di masyarakat. Kombinasi ini terbukti, misalnya, dalam studinya tentang narasi pribadi yang diceritakan oleh orang-orang yang selamat dari Holocaust dan pengasingan orang Amerika di Amerika Serikat. Dalam buku pertamanya, Discourse Marker, berdasarkan disertasinya, dia menciptakan istilah yang menjadi standar di lapangan, dan meluncurkan bidang sub-bahasa linguistik yang subur, karena banyak artikel dan disertasi ditulis, dan terus ditulis.
Dalam bukunya yang kedua, Approaches to Discourse, dia menunjukkan betapa beragam cabang analisis wacana yang mendekati studi percakapan. Profesor Schiffrin adalah salah satu ahli bahasa pertama yang memperhatikan cara orang menceritakan kisah dalam percakapan, menjadi salah satu ilmuwan terkemuka untuk meneliti peran bahasa dalam menampilkan dan membangun identitas dalam narasi, seperti dalam artikelnya "Narasi sebagai self- potret: konstruksi identitas sosiolinguistik, "dan beberapa jilid dokumen yang dikumpulkan mengenai narasi yang dia ajarkan bersama.
Buku Deborah yang berjudul Approaches to Discourse dan menjadi salah satu buku yang sangat phenomenal itu, menjadi buku rujukan materi pembelajaran dalam dunia pendidikan, dimana dia mampu menjadikan analisa wacana sebagai salah satu daerah penelitian yang menarik, merangkul semua unsur dalam dunia lingustik. Berpijak pada konsep bahasa merupakan suatu alat berinteraksi di tengah masyarakat sehingga memunculkan aspek-aspek yang sangat menarik untuk di teliti. Dalam buku ini (Pendekatan Wacana) mencontohkan bagaimana analisis wacana menggunakan metode dari disiplin lain, selain hanya linguistik, termasuk antropologi, sosiologi, dan filsafat. Buku ini membandingkan beberapa pendekatan analisis linguistik yang berbeda dalam kaitannya dengan wacana termasuk: teori pidato, pragmatik, analisis percakapan, etnografi, sosiolinguistik interaksional, dan analisis variasi. Dalam setiap pendekatan yang dijelaskan, Schiffrin mencakup analisisnya sendiri tentang narasi yang digunakan untuk menggambarkan kesamaan dan perbedaan dari berbagai pendekatan. Sehingga dalam kaitanya dengan pengembangan wacana dalam ruang lingkup pendidikan, menjadi cocok dan layak sebagai rujukan dalam hal penelitian yang menggunakan pendekatan wacana.



Referensi

Schiffrin. Deborah. 1994. Approaches to Discourse. BlackWell Publisher. Cumbrigde: Massachusetts

Alexandra Johnston, "Deborah Schiffrin", The Encyclopedia of Applied Linguistics, 27 Desember 2017

Schiffrin, Deborah (26 February 1988). "Discourse Markers". Cambridge University Press. Retrieved 27 Des 2017 – via Google Books

"Deborah Schiffrin profile". Faculty.georgetown.edu. Retrieved 27- Des  2017

https://en.wikipedia.org/wiki/Deborah_Schiffrin#cite_ref-profile_9-0

Upgrade Yourself

Assalamualikum wr. wb

Hai..hai..hai... Apa kabar para pemirsa yang budiman, semoga saja kita selalu berada dalam keadaan sehat-wal afiat dan tak kurang dari suatu apun. Amiiiin.

Senang sekali berjumpa dengan pemirsa kali ini, setalah beberapa hari saya tidak muncul di laman Berita Facebook nya teman-teman, dan kebetulan memang untuk beberapa hari terakhir saya sedikit lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah, Over Alla, tak masalah, saya sangat senang ketika kehadiran saya disini, selalu mengundang banyak tanya, kemana saja saya pergi untuk beberapa hari yang lalu, dan tulisan saya selalu di nanti-nanti di hati para pemirsa,..hehehe sedikit memuji diri sendiri. Dan saya juga bisa menyapa teman-teman, bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya, menyampaikan apa yang menjadi suatu keharusan yang mesti di bagikan kepada teman-teman melalui sebuah blog yang Insya Allah di ridhai oleh Allah swt., untuk menginspirasi teman-teman semua, mengajak kita semua untuk selalu berbuat sesuatu yang lebih baik, dari pada kita hanya diam dan berangku tangan tanpa menghasil kan sesuatu yang produktive.
Penulis saat di Pasca Sarjana Unib
Oke....!! Kali ini kita akan berbicara tentang sebuah topik, tentu topik ini cukup menarik sebenarnya, dimana semua kita sudah barang tentu ingin memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Dimana Topik ini sengaja saya angkat di hadapan para pemirsa, bukan bermaksud ingin mengatakan bahwa saya telah menjadi pribadi yang lebih baik, namun saya dan teman-teman atau kita sebut dengan "kita semua"  berupaya merubah tingkat kebahagiaan hidup ini menjadi sesuatu yang lebih baik dari yang sebelum nya, sehingga apa yang menjadi tujuan dan impian kita bersama, bisa kita peroleh semaksimal mungkin tanpa harus merasa tertinggal dari teman-teman yang lainnya.

Topik Kita adalah "Upgrade Yourself", Jika dibahasakan ke dalam bahasa kita, maka akan menjadi "tingkatkan selalu kualitas diri". Ya... kurang lebih begitu. Apa itu Kualitas diri..? mengapa kita harus meningkatkan kualitas diri..? bagaimana caranya agar kita bisa meningkatkan kualitas diri..?

Yaapss..... sederetan pertanyaan di atas mengawali diskusi kita pada hari ini tentang apa itu kualitas diri..?

Oke, saya mulai dari penjelasan pengertian kualitas diri..!
Pengertian Kualitas menurut Kamus Besar bahasa Indonesia adalah Tingkat baik buruknya sesuatu. Baik buruk nya pribadi seseorang menurut tingkatannya tertentu, atau dengan kata lain adalah Pribadi manusia yang bermutu. Artinya, kepribadian seseorang memiliki tingkat kebaikan tertentu, mulai dari tingkat bawah, tengah dan atas. Bawah, Tengah dan atas itu disebut dengan tingkatan. Orang yang memiliki kulaitas diri yang berada pada posisi di bawah, maka orang tersebut belum memiliki tingkat kebahagiaan seperti yang diharapkan. Bisa jadi karena sumberdaya manusianya yang rendah, Sumber daya Ekonominya yang rendah atau memang daya pikir seseorang yang rendah. Sehingga mereka tidak akan mampu untuk ikut bersaing dalam dunia yang tingkatannya lebih tinggi dari pada tingkat mereka sendiri. Dampaknya adalah mereka akan mengalami ketertinggalan jauh dari para pesaingnya. Itu yang pertama.! Dan yang kedua adalah mereka yang berada pada tingkatan Menengah atau dikenal dengan The Middle Age. The Middle Age di sini bukan persoalan Usia, namun lebih kepada tarap kehidupan mereka yang berada di atas garis bawah, dan belum pula mencapai setingkat lebih tinggi di atasnya. Mereka berada pada posisi di tengah-tengah. Rendah tidak, tinggi belum sampai. Namun mereka ini tidak terlalu terbelakang juga tidak terlalu menonjol, sehingga mereka ini lah yang harus berjuang keras agar bisa sejajar dengan posisi di atasnya.
Dan yang ketiga adalah Kualitas diri seseorang yang telah mencapai tingkat prima. Yaitu mereka-mereka yang telah menikmati hasil jerih payah mereka, sehingga mereka berada pada posisi yang nyaman, aman dan bahagia.

Nah, bagi kita-kita yang belum mencapai pada posisi yang nyaman, aman dan bahagia tadi maka kita harus melakukan berbagai upaya, agar kita tidak berjalan di tempat dan tidak ada perubahan. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, di antaranya:
1. Kenali Potensi Diri. Maksudnya disi adalah kita harus mengetahui potensi yang kita miliki ini apa, apa kelebihan-kelebihan yang kita punya dan kemudian kita asah potensi diri itu menjadi potensi yang benar-benar tajam. laksana kita mengasah bahagian belakang parang, kita asah terus menerus dengan tingkat konsistensi tinggi sehingga ketajaman yang diinginkan itu bisa kita dapatkan. Jangan mudah menyerah dengan keadaan, apa lagi mengeluh yang berkepanjangan sehingga kita berputus asa terhadap perjuangan itu, apa yang ingin kita dapat tadi sulit akan terwujud.
2. Perluas Wawasan kita. Memperluas wawasan merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan adanya wawasan yang luas, maka kita akan selalu menjadi orang bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Tidak tergesa-gesa dan akhirnya sia-sia. Oleh sebab itu, kita perlu banyak teman, kita perlu banyak referensi, kita perlu banyak ilmu, kita perlu banyak bersosialisasi, dan bila perlu kita perlu banyak pengalaman. Pengalaman apa saja yang penting bisa menambah luasnya wawasan kita.
3. Belajar Tiada Henti. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa, menuntut ilmu itu sejak kita berada dalam buayan hingga kita berada di liang lahat. Belajar tak mengenal ruang dan waktu hingga batas usia yang memisahkan. Dimulai dari mempelajari sesuatu yang kecil misalnya, hingga belajar sampai sesuatu yang lebih luas lagi. Kata nabi juga, jika kita ingin menguasai dunia ini, maka carilah ilmu. Jika kita ingin menguasi akhirat maka carilah ilmu, Jika kita ingin menguasai kedua-duanya (Dunia dan Akhirat) maka carilah Ilmu. Ini berarti semua hal itu akan bisa kita rebut, bisa kita kuasai adalah dengan Ilmu. Oleh sebab itu, mari kita tingkatkan kualitas diri kita dengan banyak-banyak belajar.
4. Temukan Passion Kita. Passion adalah sesuatu yang benar-benar kita sukai dan nyaman dalam melakukannya. Itu lah Passion. Misalkan, Anda suka menulis, kemudian anda banyak banyak belajar tentang ilmu tulis menulis. Mencari bagaiman caranya menulis yang baik, dari mana anda mulai menulis, kapan waktu terbaik untuk menulis, lalu apa saja jenis-jenis tulisan, semua itu anda pelajari dan kuasai dengan baik. Anda sangat nyaman dan membutuhkan waktu yang lama pula untuk berada pada posisi itu. sehingga Passion anda adalah sebagai Seorang Penulis.

Itulah kiat-kiat yang bisa kita lakukan, agar kualitas diri kita benar-benar bangkit dan berada ada Posisi manusia yang berkualitas. Semoga kita akan mendapat pencerahan dari ini semua. Amin.

Penulis : Hairi Yanto
Guru MTs Pancasila Bengkulu

Yuukkk.....Belajar Public Speaking


Seminar Nasional FUAD IAIN BKL
2 Jawaban ini bisa saja menjadi pilihan.

      1. Mau
      2. Tidak Mau
      Oke, kita fokusnya pada yang menjawab Mau saja. Bagi yang menjawab tidak mau, juga tidak masalah, karena ini memang bukan sebuah kewajiban yang harus di ikuti, melain kan sebuah pilihan bagi orang-orang yang memiliki Passion pada dunia public speaking atau yang biasa kita kenal dengan berbicara di depan umum. Salah satunya penulis sendiri, yang sedang menggandrungi dunia pulcik speaking dan aktivitas tulis menulis.

Menjadi pembicara pada sebuah Seminar, Talk Show, Master Of Seremoni, atau menjadi moderator dalam sebuah dialog, merupakan sebuah aktivitas yang ngeri-ngeri sedap. Mengapa begitu karena untuk tampil menjadi sebagai pembicara itu tidak semua orang bisa melakukannya. Selain dibutuhkan keberanian untuk berbicara juga dibutuhkan wawasan yang memadai untuk bisa tampil dengan peforma yang maksimal. Tidak jarang kita saksikan, ketika seseorang yang sedang menyampaikan sebuah pidato atau sambutan atau juga menjadi pemateri dalam sebuah acara yang kelihatan demam panggung, karena kehilangan kendali terhadap penguasaan diri yang tingkat kecemasannya itu terlalu tinggi, sehingga apa yang ingin di sampaikan ke depan public tidak terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu, sebelum kita terjun ke dalam dunia public speaking, ada baiknya kita belajar dan latihan maksimal terlebih dahulu, agar kecemasan-kecemasan yang mungkin saja terjadi pada saat tampil mampu kita kendalikan dan kuasai dengan baik.
Oke, penulis akan mencoba menyampaikan article ini dengan didahulukan pada 2 pertanyaan.
1.      Apa Itu  Public Speaking?
2.      Dan mengapa public speaking menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk kita kuasai?

Dua pertanyaan ini, mengawali pembicaraan kita kali ini. Tentu dua pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan mendasar bagi setiap orang yang merasa ingin mencoba mencari tahu alasan dibalik itu semua. Dan bukan berarti cukup dengan dua pertanyaan itu saja, bisa saja pembaca kembangkan pertanyaan-pertanyaan lain, sehingga bisa terjawab setiap rasa penasaran yang ada. Sebelum kita membahas lebih lanjut pentingnya kita menguasai teknik public speaking, kiranya kita perlu terlebih dahulu untuk mengetahui pengertian ketrampilan berbicara atau pengertian public speaking secara menyeluruh, dan berikut ini paparannya.

 
Penyerahan Cindra Panata Dari Panitia Seminar
Pengertian Public Speaking.!
Dikutip dari sebuah situs www.kompasiana.com diberikan pencerahan tentang pengertian terhadap public speaking itu sendiri. Menurut Webster’s Third New International Dictionary, tercantum pengertian Public Speaking adalah:
1.      The act of process of making speeches in public. Arti secara Bahasa Indonesianya adalah  Proses pembuatan pembicaraan di depan public.
2.      The art of science of effective oral communication with an audience. Pengertiannya adalah sebuah seni ilmu pengetahuan tentang komunikasi lisan yang efektif dengan para pendengarnya
Sedangkan David Zarefsky mengemukakan pandangannya dalam Public Speaking Strategic for Success mengatakan bahwa: “Public speaking is a continues communication process in which messages and signals circulate back and forth between speaker and listeners.” Maksud yang ingin di sampaikan oleh David tersebut adalah sebuah proses komunikasi yang berkelanjutan di mana pesan dan lambang bersirkulasi ulang secara terus menerus antara pembicara dan para pendengarnya. Sementara itu masih dalam pandangan para ahli komunikasi menuturkan dalam Himpunan Istilah Komunikasi: Public Speaking adalah sebuah bentuk komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang sesuatu hal atau topik di hadapan banyak orang. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi, mengubah opini, mengajar, mendidik, memberikan penjelasan serta memberikan informasi kepada masyarakat tertentu pada suatu tempat tertentu (Ys. Gunadi).
Karena sifatnya yang dinamis, maka Public Speaking juga dapat diartikan sebagai sebuah aktifitas yang sangat dekat dengan asosiasi kata perubahan (change). Melalui Public Speaking, kita dapat mengetahui pola pemikiran dari seseorang, mengetahui gagasan masa depan seseorang, dan ide-ide luar biasanya. Kita juga dapat mengetahui perubahan seperti apa yang digagas atau direncanakan oleh seseorang. Public Speaking merupakan sebuah rumpun keluarga Ilmu Komunikasi (Retorika) dimana mencakup berdiskusi, berdebat, pidato, memimpin rapat, moderator, MC dan presenter serta kemampuan seseorang untuk dapat berbicara di depan publik, kelompok maupun perseorangan yang perlu menggunakan strategi dan teknik berbicara yang tepat.
Nah, dari pemaparan pengertian public speaking yang cukup njlimet di atas. Kiranya kita tidak bisa menganggap bahwa teknik berbicara sederhana akan bisa membuat seseorang mampu mempengaruhi, menguasai atau bahkan mempersuasi orang lain untuk suatu kepentingan tertentu. Oleh karenanya, perlu dan butuh sebuah ketrampilan berbicara efektif khusus, serangkaian teknik berbicara yang mumpuni agar bisa melakukan itu semua, baik penyampaian pesan, mempengaruhi orang, memotivasi, mempersuai dan lain sebagainya.
Rona Binham, salah seorang trainer ternama di republic ini dalam bukunya yang berjudul Confident Public Speaking halaman 30 membagikan Tips atau persiapan-persiapa apa saja yang harus kita persiapkan untuk tampil sebagai pembicara yang handal pada sebuah acara. Minimal ada 5 Pondasi dasar yang harus di kuasai oleh seorang pembicara, yaitu:

1.      Penguasaan materi

Memahami apa yang akan disampaikan dengan baik adalah mutlak. Tidak boleh hanya sekedar paham, tapi harus menguasai secara mendalam setiap materi presentasi atau pidato yang disampaikan. Kita harus mempelajari materi sebaik mungkin supaya  kita menguasainya. Kita harus terus menerus menggali dan menggali lagi informasi yang relevan, terpercaya dan update tentang topik kita. Mengapa ini menjadi suatu keharusan. Karena menurut Rona (lebih mudah mengingatnya saja) ada 3 alasan. Pertama Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Percaya diri adalah salah satu kunci keberhasilan presentasi. Dan salah satu hal yang akan membuat kita percaya diri adalah penguasaan materi. Ini tidak bisa disangkal. Karena menguasai materi akan menciptakan ketenangan dan kenyamanan dalam diri kita.  Meminimkan kekhawatiran akan hal-hal negatif yang muncul saat presentasi dilakukan. Kebayang kan jika kita tampil dengan materi yang tidak kita kuasai, minimal kurang menguasai saja lah, itu akan membuat diri kita merasa kura puas dan spontanitas untuk menyampaikan materi yang telah kita persiapkan. Saya juga sering merasakannya saat tampil presentasi makalah ketika kuliah, bingung, canggung, dan bahkan sering cengengesan di depan audience, tidak tau mau menyampaikan apa. Oleh sebab itu penguasaan materi menjadi hal yang sangat penting.

Yang Kedua Mampu menyampaikan materi dengan baik  dan lancer. Ya, dengan menguasai materi, kita akan dapat  menyampaikan materi dengan baik, kita akan dapat berbicara dengan lancar,  dan dapat menyampaikan pembahasan dengan mendalam. Dan yang ke-tiga adalah dapat memberikan  yang terbaik untuk audiens. Dalam hidup setiap orang pasti mengharapkan sesuatu yang terbaik untuk dirinya. Termasuk dalam urusan informasi yang mereka terima. Sebagai presenter kita harus memperhatikan hal ini. kita harus sadar semua orang yang datang dalam presentasi itu ingin yang terbaik. Dan itu hanya bisa kita berikan jika menguasai materi dengan baik dan mendalam. Itulah tiga alasan kenapa Anda harus menguasai materi.

2.      Gairah atau Passion

Passion  adalah energi atau kekuatan yang didasari oleh rasa cinta yang besar dalam melakukan sesuatu  hal. Dan ini sangat dibutuhkan dalam melakukan aktivitas atau pekerjaan apapun, termasuk    public speaking. Alasannya adalah passion membuat kita semangat belajar, semangat dalam persiaan dan semangat dalam berbagi. Karena meyampaikan sebuah materi dengan penuh ghairah atau penuh semangat akan menularkan virus-virus positive dan optimisme kepada audience.

3.      Pemahaman Diri

Dale Carnegie dalam bukunya Stand And Deliver  menulis, sebelum kita mengenal siapa kita sebenarnya, kita tidak bisa sungguh -sungguh memahami dunia disekitar kita. Dan mustahil bagi kita untuk bisa  menjadi pembicara yang efektif. Maksudnya adalah jadilah diri kita sendiri dan jadilah autentik sesuai dengan kekuatan yang kita miliki. Untuk mencapai hal yang semcam itu tidaklah sulit sebenarnya, harus kita awali dengan penilaian tentang diri kita dengan jujur dan positive. Mengaa demikian kita harus mampu menggambarkan bagaimana karakter diri kita yang sebenarnya, sehingga karakter itu menjadi sebuah kekuatan pondasi kita untuk menjadi presenter hebat. Kita tidak perlu menjadi orang lain saat kita bicara, meniru karakter orang lain saat berbicara, sehingga kita seolah-olah menampil kan sesuatu yang bukan mencerminkan tentang diri kita yang sesungguhnya.

4.      Pemahaman Audience

Suzy Siddons dalam bukunya The Complete  Presentation Skills Handbook yang dikutive oleh Rona Binham menulis, “Semakin banyak Anda mengetahui tentang audiens, semakin relevan dan menarik presentasi  yang Anda sampaikan. Tidak mengetahui audiens sama saja kita membunuh diri kita sendiri”. Maksudnya disini memang tidak mungkin kita dapat menyampaikan presentasi yang sesuai dan tepat untuk audiens jika kita tidak mengenal audiens dengan baik. Mengenal audiens akan membantu kita menyiapkan materi presentasi yang efektif sesuai kebutuhan mereka. Membantu kita menentukan media dan pendekatan yang  paling sesuai dengan karakteristik mereka. Supaya kita dapat mengenal audiens dengan baik, terlebih dahulu kita harus melakukan analisis audiens. Ada tiga aspek penting yang harus kita analisis yaitu aspek demografis, aspek psikologis dan aspek kontekstual.

5.      Tujuan  Presentasi

Tujuan presentasi adalah kunci ke mana presenter akan membawa audiens. Ibarat penerbangan, pilot akan selalu menjaga kondisi pesawat tetap pada jalur supaya penerbangan lancar, selamat sampai tempat tujuan sesuai harapan penumpang. Bayangkan apa jadinya jika pesawat yang dikendalikan pilot tiba -tiba berubah jalur dan mendarat di tempat lain yang tidak diinginkan penumpang. Saya yakin penumpang akan  marah, kecewa dan kepercayaan mereka akan berkurang bahkan hilang. Ini sama dengan presentasi, tidak fokus pada tujuan yang diharapkan, maka bisa dipastikan audiens akan kecewa. Tujuan harus jelas, tidak boleh samar. Tujuan harus menitikberatkan pada pe nyelesaian masalah yang dialami audiens bukan pada diri Anda sebagai presenter. Satu tujuan presentasi yang jelas akan menentukan bagaimana Anda membuat materi, membuat desain slidepresentasi dan bagaimana menyampaikan pesan dengan tepat kepada audiens.Menetapkan tujuan adalah kebiasaan yang harus selalu Anda kembangkan dalam setiap presentasi yang Anda lakukan. Selalu tetapkan tujuan selagi masih di awal. Ini berarti Anda harus memulai presentasi dengan visi yang jelas, tentang arah dan tujuan yang Anda inginkan, kemudian dilanjutkan dengan melenturkan otot-otot proaktif untuk mengumpulkan informasi yang akurat, kemudian mengembangkan, mendesain dan menyajikannya kepada audiens. 

Itulah beberapa tips atau pondasi dasar yang harus kita kuasai ketika kita memilih passion public speaking. Tanpa kita kuasai itu, maka sudah barang tentu kita akan mengalami kesulitan dalam public seaking. Semoga tulisan ini bisa memberikan secercah pengetahuan, seperti yang telah di bagikan oleh para Trainer-trainer hebat yang lainnya.
Penulis: Hairi yanto
        
Sumber:
1.      Confident Public Speaking by Rona Binham
2.      www.compasiana.com
.



Mengenal Sang Wonder Women, Siti Sundari:



Siti Sundari di Kantornya
Siti Sundari, Begitulah nama lahir yang di berikan oleh sang Ayah tercinta Ujang Apandi dan ibunda Misnem pada dirinya, Nama yang cantik nun enak di dengar merupakan wujud suka cinta kedua orang tua terhadap sibuah hati yang baru saja hadir di dunia yang penuh dengan hiruk pikuk dan lika-likunya, agar kelak ia tumbuh besar menjadi sosok wanita yang cantik, tangguh, mandiri, relegius serta memiliki kepribadian yang mampu  membahagiakan dan membaggakan kedua orang tuanya.
Sosok wanita yang lahir di salah satu desa kecil nun jauh di sana yang masih dalam kawasan Palembang Sumatera Selatan, Tepatnya pada tanggal 18 Oktober 1989 ini, di kenal oleh teman sebayanya sebagai wanita yang mandiri, rajin, ulet, tidak mudah mengeluh, displin, aktivis dan pejuang kebahagiaan. Baginya, hidup yang memiliki prinsip bukan berarti kita meniadakan campur tangan  tuhan dalam segala hal, namun merupakan sebuah sarana dan strategi  untuk memperjuangkan apa yang telah menjadi sebuah cita-cita hidup. Ketika kita telah menjatuhkan hati pada sebuah pilihan, maka kita harus mampu melewatinya dengan selamat, serta konsisten dalam perjuangan sehingga kebahagiaan dan tujuan dari apa yang telah kita pilih dapat kita raih.
“Saya terlahir dari keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan, oleh sebab itu saya harus mampu mengangkat derajat dan martabat keluarga saya, agar tidak selalu berada di bawah ketiadaan” ucap sundari di sela-sela kesibukannya kepada penulis.
Prinsip hidup wanita tangguh ini, merupakan cerminan kepribadiannya dalam sebuah usaha untuk memperbaiki kehidupan, bukan berarti sebuah kesombongan terhadap apa yang telah ia raih saat ini. Berjuang baginya tidak mengenal batas ruang dan waktu, berjuang membutuhkan keseriusan dan keikhlasan, berjuang membutuhkan keberanian yang terukur, berjuang menghendakki sebuah keberhasilan. Itu pula lah yang menjadi semangat hidup dirinya, itu pula lah yang menjadi motivasi diri sehingga apa yang telah menjadi sebuah pilihannya dahulu telah ia raih saat ini.
Wanita yang akrab dengan panggilan Sundari ini, Saat ini telah berhasil menggapai keberhasilan seperti yang ia idam-idamkan, yakni menjadi seorang akademisi di sebuah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Sebuah capaian yang mungkin saja belum mampu di raih oleh kebanyak orang seusianya dan mungkin saja ada yang tidak memiliki kesempatan seperti apa yang ia raih. Dengan raihan gelar Master Pendidikan Islam di usia yang relative muda, yaitu pada usia 24 tahun, menjadikan ia punya banyak teman kolega, dan kesempatan untuk meniti karer di dunia pendidikan. Tidak mudah memang, bagi seorang wanita untuk bisa mewujudkan hal itu. namun bagi Seorang Ibu yang punya satu anak ini, merupakan suatu capaian yang luar biasa, mengingat ia yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. 
Di samping kesibukanya mengajar di salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri Bengkulu, ia selalu menyempatkan diri untuk menyelesaikan tugas-tugas seorang ibu di rumah, mengasuh dan merawat anak, memasak yang menjadi kesukaan suami, ia juga merintis sebuah usaha kecil-kecilan yaitu membuka usaha ATK dan Laundry Kiloan. Semua itu ia lakoni dengan penuh semangat dan enerjik, tanpa harus membebankan itu semua kepada orang lain. Ia meyakini bahwa ini bukan merupakan suatu kewajiban seorang ibu semata, namun merupakan sebuah ladang, yang nantinya akan menjadi ladang ibadah kepada Allah swt. Karena kodrat sebagai seorang wanita tidak bisa di nafikan dengan perjuangan emansipasi, yang memerjuangkan hak-hak seorang wanita untuk sejajar dengan hak-hak lelaki. Pekerjaan dan kodrat merupakan suatu kesatuan jika kita sandarkan itu keada Allah swt semata.
Saat ini ia banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Hidup dan bertempat tinggal dilingkungan pesantren membuat dirinya menjadi pribadi yang banyak bersyukur. Syukur atas segala nikmat kebaikan yang Allah berikan kepadanya, sehingga memiliki banyak waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Lingkungan yang nyaman, agamis dan bersahabat serta berada di tengah orang-orang yang memperjuangkan agamanya. Itu pula lah yang menjadi salah satu kunci kebahagiaan hidup yang ia raih saat ini.
Atas semangat perjuangannya itu, saat ini ia di percaya oleh salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Bengkulu sebagai Kasubbag Keuangan, sebuah posisi yang stragetis dan mematikan jika tidak mampu menjalankannya dengan baik. Kampus yang baru saja berdiri sejak tahun 2015 ini di jadikan sebagai tempat untuk mengabadikan diri, serta menyalurkan semua ilmu-ilmu yang ia miliki untuk membantu tugas Negara dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa. “Semoga kedepan kampus ini mampu menjadi sebuah lembaga pendidikan yang sejajar dengan kampus-kampus lain yang ada di negeri ini” ungkanya.


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut