Home » » Mengenal Sang Wonder Women, Siti Sundari:

Mengenal Sang Wonder Women, Siti Sundari:



Siti Sundari di Kantornya
Siti Sundari, Begitulah nama lahir yang di berikan oleh sang Ayah tercinta Ujang Apandi dan ibunda Misnem pada dirinya, Nama yang cantik nun enak di dengar merupakan wujud suka cinta kedua orang tua terhadap sibuah hati yang baru saja hadir di dunia yang penuh dengan hiruk pikuk dan lika-likunya, agar kelak ia tumbuh besar menjadi sosok wanita yang cantik, tangguh, mandiri, relegius serta memiliki kepribadian yang mampu  membahagiakan dan membaggakan kedua orang tuanya.
Sosok wanita yang lahir di salah satu desa kecil nun jauh di sana yang masih dalam kawasan Palembang Sumatera Selatan, Tepatnya pada tanggal 18 Oktober 1989 ini, di kenal oleh teman sebayanya sebagai wanita yang mandiri, rajin, ulet, tidak mudah mengeluh, displin, aktivis dan pejuang kebahagiaan. Baginya, hidup yang memiliki prinsip bukan berarti kita meniadakan campur tangan  tuhan dalam segala hal, namun merupakan sebuah sarana dan strategi  untuk memperjuangkan apa yang telah menjadi sebuah cita-cita hidup. Ketika kita telah menjatuhkan hati pada sebuah pilihan, maka kita harus mampu melewatinya dengan selamat, serta konsisten dalam perjuangan sehingga kebahagiaan dan tujuan dari apa yang telah kita pilih dapat kita raih.
“Saya terlahir dari keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan, oleh sebab itu saya harus mampu mengangkat derajat dan martabat keluarga saya, agar tidak selalu berada di bawah ketiadaan” ucap sundari di sela-sela kesibukannya kepada penulis.
Prinsip hidup wanita tangguh ini, merupakan cerminan kepribadiannya dalam sebuah usaha untuk memperbaiki kehidupan, bukan berarti sebuah kesombongan terhadap apa yang telah ia raih saat ini. Berjuang baginya tidak mengenal batas ruang dan waktu, berjuang membutuhkan keseriusan dan keikhlasan, berjuang membutuhkan keberanian yang terukur, berjuang menghendakki sebuah keberhasilan. Itu pula lah yang menjadi semangat hidup dirinya, itu pula lah yang menjadi motivasi diri sehingga apa yang telah menjadi sebuah pilihannya dahulu telah ia raih saat ini.
Wanita yang akrab dengan panggilan Sundari ini, Saat ini telah berhasil menggapai keberhasilan seperti yang ia idam-idamkan, yakni menjadi seorang akademisi di sebuah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Sebuah capaian yang mungkin saja belum mampu di raih oleh kebanyak orang seusianya dan mungkin saja ada yang tidak memiliki kesempatan seperti apa yang ia raih. Dengan raihan gelar Master Pendidikan Islam di usia yang relative muda, yaitu pada usia 24 tahun, menjadikan ia punya banyak teman kolega, dan kesempatan untuk meniti karer di dunia pendidikan. Tidak mudah memang, bagi seorang wanita untuk bisa mewujudkan hal itu. namun bagi Seorang Ibu yang punya satu anak ini, merupakan suatu capaian yang luar biasa, mengingat ia yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. 
Di samping kesibukanya mengajar di salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri Bengkulu, ia selalu menyempatkan diri untuk menyelesaikan tugas-tugas seorang ibu di rumah, mengasuh dan merawat anak, memasak yang menjadi kesukaan suami, ia juga merintis sebuah usaha kecil-kecilan yaitu membuka usaha ATK dan Laundry Kiloan. Semua itu ia lakoni dengan penuh semangat dan enerjik, tanpa harus membebankan itu semua kepada orang lain. Ia meyakini bahwa ini bukan merupakan suatu kewajiban seorang ibu semata, namun merupakan sebuah ladang, yang nantinya akan menjadi ladang ibadah kepada Allah swt. Karena kodrat sebagai seorang wanita tidak bisa di nafikan dengan perjuangan emansipasi, yang memerjuangkan hak-hak seorang wanita untuk sejajar dengan hak-hak lelaki. Pekerjaan dan kodrat merupakan suatu kesatuan jika kita sandarkan itu keada Allah swt semata.
Saat ini ia banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Hidup dan bertempat tinggal dilingkungan pesantren membuat dirinya menjadi pribadi yang banyak bersyukur. Syukur atas segala nikmat kebaikan yang Allah berikan kepadanya, sehingga memiliki banyak waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Lingkungan yang nyaman, agamis dan bersahabat serta berada di tengah orang-orang yang memperjuangkan agamanya. Itu pula lah yang menjadi salah satu kunci kebahagiaan hidup yang ia raih saat ini.
Atas semangat perjuangannya itu, saat ini ia di percaya oleh salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Bengkulu sebagai Kasubbag Keuangan, sebuah posisi yang stragetis dan mematikan jika tidak mampu menjalankannya dengan baik. Kampus yang baru saja berdiri sejak tahun 2015 ini di jadikan sebagai tempat untuk mengabadikan diri, serta menyalurkan semua ilmu-ilmu yang ia miliki untuk membantu tugas Negara dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa. “Semoga kedepan kampus ini mampu menjadi sebuah lembaga pendidikan yang sejajar dengan kampus-kampus lain yang ada di negeri ini” ungkanya.

1 comments:

Musfirah kahar mengatakan...

Ayuk Cun.... itulah panggilan yang biasa Umi dengar dari anak-anak yang masih Cadel kala itu...
Yang umi ketahui tentang Ayuk Cun, orangnya cerdas, responsif, santun dan pintar bicara... walau kadang bawaannya manja dan suka manyun.. biasalah anak tunggal alias putri satu-satunya.... yang berkesan dan yang paling umi suka, ayuk cun suka kasih oleh-oleh durian dan petei, kapan yaaa itu terulang lagi... he he he


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut