Anak yang terlahir dalam keadaan fitrah

Hafidz dengan Ayahnya
Anak yang terlahir di dunia ini semuanya dalam keadaan fitrah, di tangan kedua orang tuanya lah yang membuat anak itu menjadi penganut agama Yahudi, Nasrani maupun Majusi.  Hal ini di nukil dalam sebuah hadits Rasulullah saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ. فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ.

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi”. (HR Abu Hurairah)

Hadits ini menegaskaan kepada kita semua selaku orang tua, bahwasannya tumbuh kembang seorang anak berada di tangan kita. Tugas selaku orang tua pada hakikatnya sangat lah berat. Berat memikul amanah yang langsung di berikan oleh Allah swt kepada kita. Amanah di berikan kepada kita ini dalam keadaan suci, bersih tanpa ada noda dan dosa. Dalam prosesnya, membimbing, mendidik, menafkahai itulah yang menjadi beban yang paling berat bagi kita. Nafkahi misalnya, tugas kita memberikah nafkah kepada mereka dengan nafkah yang Halalan Thayyibah, Halal lagi baik, bukan hanya sekedar baik, tapi juga halal, bukan hanya sekedar halal tapi juga harus baik. Ketika nafkah yang kita berikan kepada anak dan keluarga kita dalam keadaan yang tidak halal, maka seluruh darah yang mengalir di tubuh mereka dalam keadaan tidak bersih. Darah yang tidak bersih akan mensuplay makanan menjadi tidak baik, ketika darah, daging, dan nanah yang tidak baik itu mengalir di tubuh anak maka jadilah anak tersebut tidak lagi suci, dan tidak bersih,

QS. Al-Maaidah : 87-88
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (٨٧)وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلالا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ (٨٨)
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allahhalalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Maaidah : 87-88

Dalam hal mendidik misalnya, para orang tua juga harus mendidik anak dengan didikan yang baik. Terutama mendidik anak kita kepada ajaran Agama. Kita perkenalkan nilai-nilai ketauhidan itu sejak dini. Ajak dia mengenal semua ciptaan Allah, bawa mereka untuk taat terhadap ajaran agama. Ajari mereka shalat, ajari mereka baca Al-qur’an, ajari mereka menghomati orang tua, ajari mereka meminta maaf jika berbuat salah, ajari mereka nilai-nilai kebaikan dalam pergaulan antar sesama, ,ajari mereka pada sebuah kemandirian, ajari mereka tanggung jawab, ajari mereka pada sebuah kejujuran dan ajaran-ajaran yang membawa dia kepada sebuah ketaatan dan kepatuhan. Dengan demikian dia akan mengerti bahwasannya kehidupan ini harus berjalan di bawah aturan Allah swt.

Hafidz bergaya di kantor Ibunya
Biarkan mereka mengisi dunia mereka sendiri, dunia anak-anak yang senang dengan permainan, mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua, mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari kedua orang tua. Ketika anak berhasil melakukan sebuah tugas kemandiriannya, berikan dia tepuk tangan dan ucapan selamat, agar ia merasa bahwa dia di hargai. Jangan paksakan anak untuk mengikuti semua kehendak kita, sementara kita kita mau mengikuti kehendaknya. Hal ini seperti yang di sampaikan oleh Marry Leonhart dalam sebuah bukunya bahwa ketika kamu ingin anak-anak mu mengikuti seperti yang engkau mau, maka ikutilah seperti apa yang ia mau, kita kamu ingin anak-anakmu mengatakan seperti apa yang engkau kehendaki, maka berkata-katalah seperti perkataan anak-anak. Disini Marry ingin memberikan nasehat kepada kita bahwa dalam menjalani komunikasi dengan anak, harus lah di jalankan dengan pola yang seimbang, tidak berat sebelah atau memaksa diri dari satu pihak.

Betapa indahnya, ketika kita mampu mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang taat kepada kedua orang tua, agama, nusa dan bangsa. Menjadi anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, ketika mereka telah tiada. Semua itu tentu tidaklah mudah, butuh perjuangan yang ekstra, butuh kesabaran yang baik, serta membutuhkan waktu yang sangat panjang. Semoga kita senentiasa mampu mengemban amanah ini dengan baik, agar kita tidak di cap oleh Allah swt sebagai hamba yang gagal mengemban amanah yang di berikan kepada kita. Dan akhirnya kita gagal mendapat ridha dari padaNya.

Penulis: Hairi Yanto

Penyakit Suka Melecehkan Simbol-simbol Agama, Negara dan Individu: Penomena Baru..?

SMA N 1 Putri Hijau
Training Motivasi SMA N 1 Putri Hijau
Dalam ajaran agama Islam pelecehan atau pengolok-olokan dikenal dengan istilah “ISTIHZA’, yang artinya pelecehan, pengolok-olok an dan juga senda gurau serta kelakar. Sedangkan perbuatan pelecehan, pengolok-olokan atau senda gurau serta kelakar tersebut merupakan perbuatan yang sangat di larang oleh agama Islam. Dan bahkan para ulama berpendapat bahwa perbuatan tersebut di kategorikan kepada perbuatan kafir. Seperti pendapat ulama Al Fakhrur Razi dalam tafsir Al Kabir (XVI/124) mengatakan bahwa “Sesungguhnya, memperolok-olok agama, bagaimana pun bentuknya, hukumnya kafir. Karena olok-olokan itu menunjukkan penghinaan, sementara keimanan dibangun atas pondasi pengagungan terhadap Allah swt dengan sebenar-benarnya penganggungan, dan mustahil keduanya bisa berkumpul” (https://akhyuyung100.wordpress.com)

Perbuatan ISTIHZA’ ini telah tegas Allah larang kepada kita. Seperti yang di muat dalam Qur’an Surat At-Taubah ayat 64. “Orang-orang munafik itu takut akan di turunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejek-ejekanmu (terhadap agama Allah dan RasulNya). “Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti”
Penemoma ISTIHZA’ atau perbuatan mengolok-olokan/pelecehan terhadap agama, simbol-simbol agama, syi’ar-syi’ar agama, pelecehan terhadap diri nabi dan rasul, pelecehan dan penghinaan kepada sahabat-sahabat nabi, pemimpin-pemimpin umat dan bahkan pengolok-olokan kepada pemimpin pemerintahan bukan hanya muncul dan terjadi pada masa sekarang saja, akan tetapi jauh-jauh sebelum masa sekarang hal ini sudah pernah terjadi. Banyak sekali bentuk-bentuk istihza’ yang di lakukan oleh orang-orang terdahulu maupun kepada pemimpin dan agama.

Lalu apakah penomena pelecehan dan penghinaan terhadap Agama, nabi dan Rasul, pemimpin-pemimpin negara oleh sekelompok orang, segelintir masyarakat atau oleh OKNUM ini merupakan sebuah “PENYAKIT”..?

Dalam ajaran Agama Islam kita tentu mengenal dengan sebutan penyakit hati. Di antara penyakit hati yang kita ketahui seperti, Takabbur, Riya, Ujub, Sub’ah, Hasad, Taqdir, dan panjang angan-angan. Takabbur adalah perbuatan sombong. Riya merupakan perbuatan yang memperlihatkan amal shaleh kepada orang lain. Ujub adalah mengagumi diri sendiri karena merasa lebih dari orang lain. Sub’ah adalah perbuatan yang memperlihatkan amal yang sebelumnya tidak di ketahui kepada orang lain, agar ia mendapat pengaguman dari orang lain. Sementara itu Hasad/Hasud adalah prilaku seseorang yang merasa iri, dengki pada kenikmatan dan kelebihan orang lain yang di sertai dengan harapan agar hal itu hilang dari orang tersebut. Sedangkan Taqdir adalah perbuatan yang tidak mau mengeluarkan sebahagian harta padahal hal itu wajib untuk di keluarkan. Dan panjang angan-angan adalah orang yang memiliki angan-angan yang berlebihan disertai perbuatan lalai dari kewajibannya kepada Allah swt.

Selain dari bebepara penyakit hati yang telah di sampaikan di atas dalam ajaran Agama Islam masih dikenal juga penyakit hati yaitu GHIBAH.
Ghibah menurut Hadits Nabi Muhammad swa yang di riwayatkan oleh Muslim yaitu:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya.” (H. R. Muslim)
Dari beberapa ulasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa perbuatan menghina, melecehkan, memperolok-olok, memfitnah orang lain, suatu agama, nabi dan rasul, serta para pemimpin kita atau melecehkan individu lainnya dengan berbagai macam bentuk dan ragamnya merupakan penyakit hati yang dimilki oleh pelaku pelecehan, penggunjingan, pengolok-olokan, pemitnah itu sendiri. Oleh sebab itu penyakit ini harus segera di obati dengan memperbanyak beribadah kepada Allah, mendalami kajian-kajian agama serta segera bertaubat kepada Allah swt. Sebelum kita di jemput oleh Allah dalam keadaan kafir, ada baiknya kita segerah hijrah dari prilaku tersebut. Semoga Allah senentiasa mengampuni semua dosa-dosa kita, memeaafkan semua kesalahan kita dan menerima semua amal ibadah kita. Amin yarabbal ‘alamin..

Penulis: Hairi Yanto

Waktu yang Menegangkan Saat Menanti Pengumuman Kelulusan Sekolah

Pengumuman kelulusan merupakan waktu yang sangat di nanti oleh setiap siswa di seluruh Indonesia. Waktu yang sangat menentukan, bagaimana arah dan tujuan hidup dimasa yang akan datang. Mengapa tidak, setelah berjuang habis-habisan menghadapi ujian, dimulai dari ujian yang berbasis sekolah, ujian yang berbasis Madrasah (Bagi sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag) hingga ujian yang berbasis Nasional. Ujian yang menggunakan kertas hingga menggunakan ujian yang menggunakan komputer, mulai ujian yang mengharuskan praktek hingga ujian yang bersifat hafalan. Kesemua ujian itu tentu sangat menguras energi dan waktu, dibutuhkan persiapan sangat prima dan kesehatan yang baik. Jangan sampai kita gagal dalam menghadapi berbagai ujian yang telah di tentukan waktunya.

Hengky dan Ilham
Ujian atau yang biasa kita kenal dengan sebutan evaluasi merupakan salah satu kegiatan yang paling mendasar dalam kegiatan proses belajar mengajar. Dengan adanya penilaian melalui evaluasi guru maupun pemerintah akan mengetahui perkembangan hasil belajar siswa, tingkat intelegensi siswa, minat siswa, hubungan sosial siswa serta sikap dan kepribadian peserta didik.

Pada dasarnya evaluasi memiliki beberapa tujuan, baik dari aspek kepentingan para peserta didik itu sendiri maupun bagi penyelenggara pendidikan serta kebutuhan pemerintah dalam rangka pemetaan rumusan kebijakan. Dalam hal ini evaluasi tersebut sesuai dengan pandangan Bloom (1971) mengatakan bahwa evaluasi merupakan langkah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataanya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa. Di sini, Bloom sangat menonjolkan akan ketentuan dalam perubahan sikap siswa kemudian seberapa jauh perubahan itu terjadi dalam kehidupan nyata, hal itu dapat di lihat dari hasil evaluasi.

Gebang Masuk MTs Pancasila Bengkulu

Sementara itu Stufflebeam (1971) berpendapat bahwa evaluasi merupakan proses menggabarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk alternatif keputusan. Keputasan yang di maksud Stufflebeam bisa saja keputusan bagi pihak penyelenggara mapun bagi pemerintah. Hal itu di perlukan sebagai bahan perbandingan untuk memetakan kebijakan selanjutnya.

Di sisi lain Suchman yang di kutip Arikunto juga memandang bahwa evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang di capai beberapa kegiatan yang di rencanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Di sisi lah letaknya mengapa kita harus membuat tujuan yang akan di capai pada saat kita merumuskan sebuah rencana yang akan di terapkan. Kita harus menentukan apa tujuan yang akan di capai, bagaimana cara melakukan evaluasi, serta instrument apa yang akan di gunakan, kemudian apa saja indikator-indikator yang akan di jadikan sebagai rujukan tercapainya sebuah tujuan.

Jika kita melihat berbagai pandangan evaluasi dari para ahli tersebut, maka dapat kita petakan kedalam beberapa hal. Yang pertama evaluasi memerlukan perencanaan, kemudian kedua dilakukan dalam proses yang sesuai dengan ketetapan dan ketiga hasil evaluasi dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan sebuah kebijakan selanjutnya. Sehingga berhasil atau tidaknya sebuah rencana/kebijakan sangat di tentukan oleh hasil yang di capai. Semakin tinggi tingkat keberhasilan maka semakin sukses pula sebuah rencana, semakin rendah hasil yang di peroleh maka semakin gagal pula sebuah kebijakan.

Itulah sebabnya, mengapa menunggu waktu pengummuman kelulusan sekolah adalah waktu yang sangat menegangkan, karena disanalah letak ketentuan bagaimana sikap yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Harapan siswa tentu tidak akan jauh berbeda dengan harapan para guru, kepala sekolah, orang tua maupun pemerintah. Tentu kita semua mengharapkan ada nya suatu kebaikan yang akan terjadi dalam kehiduan ini. Lulus dengan hasil yang memuaskan adalah rencana dan tujuan yang telah di tetapkan jauh-jauh sebelumnya oleh kita semua. 

Gedung 1 Kantor Kepala MTs Pancasila Bengkulu
Semoga para siswa dan orang tua di seluruh Indonesia terutama anak-anakku MTs Pancasila Bengkulu, akan menerima hasil kelulusan dengan nilai yang memuaskan, sehingga akan membawa perubahan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Amin...

Selamat bagi anak-anak ku, yang hari ini (Senen-red) kalian sudah menerima kelulusan. Berjuanglah yang lebih baik lagi, agar engkau kelak akan menjadi orang-orang yang sukses dunia wal akhirah.. Amin...!

Perjuangan Sang Istri tuk keluarga

Pagi ini adalah malam makan sahur yang ke-7. Saya di kagetkan dengan ulah istri saya tuk membangunkan saya makan sahur. Seperti biasanya sorang istri selalu bangun lebih awal dari pada sang suami. Karena Sang istri harus menyiapkan segala persiapan tuk makan sahur keluarga. Dan di atara para istri yang bangun cepat itu adalah Istri saya. Dia bangun lebih awal, kira-kira satu jam sebelum waktu makan sahur. Dan biasanya saya baru makan sahur itu pukul 04.25 wib.

Istri & Adik Tercinta
Setelah semua hidangan di siapkan, seperti segelas air kopi hitam, sambal kentang di campur dengan jengkol, kemudian ada juga gulai rebung santan pedas (Ciri Khas kita Orang Bengkulu), timun tuk ulam makan, dan buah-buahan sebagai menu penutup makan sahur di pagi itu. Semua sudah di gelar di atas karpet lengkap dengan cuci tangannya. Kemudian barulah sang istri masuk kamar, membangun suaminya (aku sendiri) secara perlahan.

Pelan-pelan sang istri menyentuh ibu kaki sambil bersuara perlahan...."Ayahh...bangun makan sahur.." Kebayangkan bagaimana sang istri menjaga perasaan suami. Agar suami bisa bangun dengan baik, agar suami bangun dengan tidak kepala pusing, agar suami bangun dengan nyaman, sang istri pasti sudah tahu, bagaimana trik membangun pasangannya. Dan kebiasaan saya sendiri adalah harus dibangunkan secara perlahan, dan harus dari ujung kaki, Karena kebiasaan saya adalah orang yang mudah kaget, jika di bangun kan dengan cara menggoyang-goyang tubuh, bisa-bisa tangan saya ini melayang ke kepala, atau jika tidak kena ke kepala, bangun seperti orang yang lagi kesurupan, bersilat sendiri di atas tempat tidur.

Pernah terjadi masalahnya, di awal-awal kami menikah, sang istri belum tahu tabiat saya, tiba-tiba pada waktu subuh sang istri membangunkan saya dengan cara menggoyang-goyang tubuh, apa kata, bangun cak mencak seperti orang yang siap di ladeni dengan dunia persilatan, mata melotot, merah, kedua tangan bersilang, kuda-kuda kiri mantap, kaki kanan naik setengah pinggang. Kaget lah sang istri ini, cemas bercampur ketakutan, apa pasal yang terjadi dengan suami saya, katanya, untung saja dia tidak menjerit minta tolong kepada tetangga, jika itu terjadi..? apa kata dunia, malu lah saya...hehee. Naahh sejak dari itu, saya sampa sekarang hal itu tidak terulang lagi, karena setelah itu saya samapaikan kepada istri saya, jika ingin membangunkan ayah itu harus pelan-pelan dan sedikit menjaga jarak..(hehee kayak mobil rusak aja). Iya..memang begitu lah saya.

Kembali ke topik tadi. "Ayaahh..bangun, makan sahur..dah jam 4 lewat 10 ne....!" "iya buu....suara serak saya menyahut panggilan sang istri. Lalu saya bangun dan menuju kamar mandi tuk cuci muka dan kumur-kumur. dan setelah itu sayapun langsung duduk depan hidangan makan sahur yang telah di siapkan oleh Istri tercinta.

Dengan sigapnya saya, membaca niat puasa " Nawaitu saumaghadin an adaa i fardhi syahri ramadhani, hazihi sanati iman, wahtisaban, lillahi ta'ala" (Aku Berniat dalam hati untuk mengerjakan puasa ramadhan bulan ini dengan penuh keimanan dan perhitungan karena Allah swt) dan setalah itu membaca doa makan, lalu saya makan sahur di temani sang istri.

"Anak-anak belum bangun bu..?" sapa ku tuk memecahka kesunyian malam itu. "Belum yah...cuma tadi sebelum ayah bangun, dek Hana yang nangis dikit, minta "mama" (Menyusui), sudah ibu kasih, dan kemudian tidur kembali.." jawab istriku.
"Abang Hafidz gimana, nangis lagi ngak setelah muntah jam 2 tadi malam..?
"Ngak..!!"..Mudah-mudahan aja, bang hafidz ngak ngulang lagi muntahnya.." Harap sang istri.
"Yaa...mudah-mudahan besok dah sehat kembali...Amin..!

Hana Althafunnisa Khairani

Bang Hafidz sudah 3 hari ini memang dalam keadaan kurang enak badan, dia sedang sakit perut, kata bidan cuma gejala asam lambung aja, lalu obat magh dan penurun panasnya di kasih. Semoga aja bang Hafidz akan segera pulih... Amin.
Abdul Hafidz Al Khairi

Percakapapun berlanjut di ruang makan itu, dengan di iringi ucapan syukur yang tak terhingga, atas segala nikmat yang telah Allah kasih kan kepada keluarga kami. Semoga perjuangan sang istri dalam memelihara kehidupan keluarga ini akan menjadi ladang ibadah bagi nya. Amin...
Dan bagi saya tak henti-hentinya memanjatkan doa kepada Allah swt, semoga kami bahagia hidup dunia dan akhirat serta menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kerukunan, anak-anak kami sehat dan pintar, sehingga pada suatu saat nanti, mereka akan menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah..Amin

Penulis:
Hairi Yanto

#BloggerBengkulu
#Bloggerindonesia



Riak di Dunia Perkuliahanku

Dulu, pada hari sabtu, 20 Februari 2010, sekitar jam  15.00 siang, aku sedang berada di kampus IAIN Imam Bonjol Padang, persis-nya duduk di ruang Pustaka Fakultas Ilmu Budaya dan Humaniora bersama teman-teman satu kelas. Disana selain mengerjakan tugas kuliah, kami juga melakukan beberapa aktivitas di dunia maya, misalnya online di Face Book, Browsing dan lain-lain, kegiatan ini di lakukan di sela-sela jam istirahat kuliah.

Aku saat PPL di MAN Salido
Sebenarnya aku dulu sebelum di konversi ke Fakultas Tarbiyah, pertama kali aku di terima di kampus IAIN Imam Bonjol Padang itu melalui jalur mahasiswa Undangan via sekolah. Ngambil Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya-Adab. Pada periode kami waktu itu jumlah mahasiswa dalam satu angkatan pada jurusan itu kurang lebih 110-120 Orang mahasiswa (Detailnya saya lupa). kami di sebar ke 3 Lokal kalau ngak salah, Mulai dari Lokal A, B, dan C. Jumlah dalam satu lokal waktu itu hampir 40 Mahasiswa. Dan aku sendiri berada di Lokal A. Aku juga ngak tahu, apakah perbedaan lokal merupakan cerminan dari tingkat kecerdasan mahasiswa di kala itu. Wallahu alam bissawab.

Namun di penghujung perkuliahan kami, tepatnya di semester 8, (kami baru saja menuntaskan tugas KKN waktu itu), tiba-tiba kami terusik oleh isu yang tidak mengenakkan. Isu itu berhembus dari Rektorat IAIN bahwa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris di nyatakan di TUTUP oleh pihak terkait. Usut punya usut, ternyata menurut penjelasan dari pihak Fakultas dan rektorat bahwa Jurusan Bahasa dan sastra Inggris Fakultas Adab belum mendapatkan IJIN dari Dikti/Diktis, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, kami harus di konversi ke jurusan yang lain. Singkat cerita terjadilah sedikit RIAK antara mahasiswa dengan Rektorat dalam rangka menemukan solusi terbaik yang tidak merugikan antara kedua belah pihak. Dan akhirnya kami bersepakat bahwa bagi mahasiswa yang ingin di konversi ke Fakultas Tarbiyah di Lingkungan IAIN Imam Bonjol Padang akan di fasilitasi oleh pihak Fakultas dan di dukung sepenuhnya oleh pihak Rektorat. yaitu masuk ke jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Akan tetapi, bagi mahasiswa yang ingin mengambil ke kampus lain, juga akan di perbolehkan dengan catatan pihak Rektorat bersifat memberikan rekomendasi, seluruh biaya dan proses perpindahan sepenuhnya di tanggung oleh mahasiswa itu sendiri.

Hingga akhirnya kami seluruh mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris kurang lebih sekitar 438 Mahasiswa di conversikan ke Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas tarbiyah. Lalu persoalan berikutnya muncul. Yaitu bagaimana dengan mata kuliyah yang telah di ambil..? apakah sama persis dengan yang ada di fakultas baru atau tidak..? jika tidak apa solusinya..? dan bagaimana pula Biaya yang timbul akibat penambahan semester..? yang seharusnya kami tinggal menyusun thesis..? apakah kami harus bayar lagi atau ada beasiswa..?

Akhirnya persoalan itu di selesaikan langsung oleh pihak Rektorat, mengenai mata kuliyah yang masih serumpun, dia akan di conversikan, namun jika ada mata kuliyah yang tidak serumpun, maka dia harus di ambil pada semester itu, seperti PPL misalnya, kami harus melakukan PPL selama 4 bulan, sementara semua biaya semesteran kami, di tanggung oleh beasiswa, namun biaya PPL dan lain-lain harus di tanggung oleh mahasiswa itu sendiri.

Itulah sebab nya, mengapa kami harus menyelesaikan study kami hingga 5 tahun alias 10 Semester, akibat terjadinya case tersebut.! sementara aku sendiri bisa wisuda di bulan september 2012 sedangka teman-teman yang lain ada yang menyusul pada periode wisuda berikutnya.

Itulah Riak-riak perkuliyahan ku, yang sempat aku alami, yang kesemuanya itu aku ambil hikmah terbainya..! semoga teman-teman seperjuanganku dulu, hari ini mengenyam kebahagiaan yang mereka raih...!

Penulis: Hairi Yanto

#BloggerIndonesia
#BloggerBengkulu
#IainImamBonjolPadang
#Motivasihidup

Ayah...Hafidz Sakit Perut....!

Ayah..Kenapa badan hafidz lemas..? kayak ngak bisa begeyak...! Hafidz sakit Peyut yah...
Begitulah kalimat yang di ucapkan oleh anakku pada suatu sore. Ketika itu aku lagi berdiri di depan halaman rumah, sambil kedua tanganku menekan pinggang, hanya pake singlet dan celana jean warna hitam. Biasa, sembari menunggu waktu berbuka, ketika urusan rumah sudah usai, aku memang sering ke halaman rumah tuk menghirup udara bebas.

Abdul Hafidz Al Khairi lagi Selfie
Tadinya saat aku keluar menuju halaman, Hafidz masih sibuk dengan kegiatannya di ruang tamu.
Salah satu hasil Mewarnai Hafidz
Seperti biasa, Hafidz sedang menggeluti permainan yang ia suka, yaitu memberi warna pada gambar hasil print-nan dia sendiri. Memang sudah beberapa bulan ini, hasil mewarna yang ia lakukan sudah cukup lumayan bagus, dia sudah bisa memadukan beberapa warna di dalam satu objek gambar. Meskipun warna tersebut belum lah sesuai dengan tempat warna itu berada. Misalkan, warna yang seharusnya ada pada rumput, kan warna hijau, tapi dia kasih warna biru. Atau warna pada awan, yang seharusnya putih, dia kasih warna Kuning, warna SPBBU yang seharusnya di dominasi warna merah dia kasih warna unggu. Tapi Masing-masing kota dia kasih satu warna. Seandainya dalam satu gambar itu terdapat 3-4 kotak, maka terjadilah berwarna-warni.

Tak lama kemudian tiba-tiba dia keluar sambil menunjukkan hasil mewarnai yang ia lakukan. seraya berucap.."Ayah..ayah...(sambil Menunjukan Gambar).. Tengok yah, hasil mewarnai hafidz, cantik kan yah..." Ucap si Hafidz kepada ku. Aku pun menoleh sambil memberi respon, sebagai wujud penghargaanku kepada hasil karya sang anak.."...Waahhh...Cantik banget nak, Pintar hafidz ya...bagus..bagus..bagus..." ucapku. "Pintar hafidz kan yah...?" tanya si Hadidz minta di puji. "Pintar sekali anak ayah, anak ayah hebat, udah bisa memberi warna yang sangat bagus, besok-besok buat warna yang lain ya nak.." Pinta ku tuk meneruskan kesukaannya. "Oke, baik.." jawab si hafidz sambil duduk di beranda rumah.

Tapi tak lama setelah itu, aku melihat ada sesuatu yang tidak enak dari si Hafidz, dia kelihatan seperti ada yang sakit pada perutnya, tangan kirinya sambil menggenggam perut, dan kemudian duduk. "Ayah..Kenapa badan hafidz lemas..? kayak ngak bisa begeyak...! Hafidz sakit Peyut yah...". " Kenapa nak..? hafidz sakit perut..?..."." iya yah, peyut hafid sakit.." "Lho...bukankah tadi hafidz sudah makan..? tanya ku, berharap dia cuma sekedar lapar. "Sudah yah, hafidz sudah makan tadi.." jawabnya. "Trus...sekarang bagaimana rasanya..?.."." Masih sakit yah....

Kemudian akupun memopong hafidz masuk ke dalam rumah sampil memanggil ibunya yang sedang mengasuh dek Hana. "Bu...hafidz sakit perut bu, padahal tadi dia tidak ada apa-apa, tiba-tba dia ngeluh sakit perut, kira-kira kenapa bu..?
"Abang hafidz sakit perut..?'
"Iya bu, hafidz sakit peyut..."
"Ya udah,...sebentar ibu ambilkan obat ya..."
"ya bu.."

Tak lama selang kemudian, ibunya datang membawa air hangat. Dan air hangat tersebut segera di berikan kepada hafidz untuk di minum.

Pada malam harinya, wajah hafidz terlihat sedikit pucat, karena dia ngak ada makan nasi tadi sore. Ibunya sudah menganjurkan agar Hafidz harus banyak-banyak makan, tapi memang hafidz sedikit agak susah ketika di minta untuk makan, dan akhirnya hafidz langsung tidur.

Setelah Bang Hafidz dan adek Hana tertidur lelap ibunya pun bertanya bepada ku tentang prihal apa penyebab terjadinya hafidz sakit perut. setelah aku ceritakan kronologis kejadiannya, ibu nya pun menganjurkan agar hafidz dibawa ke nek TH untuk di urut, barang kali saja hafidz sedang mengalami usus turun.

Sore berikutnya, aku dan ibunya langsung mengajak hafidz ke rumah nek TH. Nenek ini memang sudah menjadi tukang urut yang sangat terkenal di lingkungan Bengkulu, dan bahkan ada yang datang dari luar kota, seperti manna, seluma, Benteng, BU dan Mukomuko. Nenek ini telah berhasil menyembuhkan berbagai keluhan anak-anak, mulai dari demam, terkeseleo, dan bahkan patah, jika di bawa ke Nenek ini, insya Allah akan sembuh.

Nenek ini beralamat di Belakang Kampus Dehasen bengkulu, persisnya di Gg. Nangka sawah lebar Kota Bengkulu. Jika berangkat dari arah Tebeng, setiba di pertigaan kampus Dehasan, kita belok kanan, kemudian ketemu pertigaan kembali, belok kiri. Dari Pertigaan yang ke dua tersebut kurang lebih berjarak sekitar 100 Meter, kemudian ada Gang, Gang nangka namanya, di depan gerbang tertulis, Pelaminan Sanut TH. Masuk kedalam kurang lebih sepuluh Meter, Rumah yang berwarna putih menghadap kejalan itu lah rumah Nenek Fateha si tukang urut tersebut.

Setibanya kami di rumah nenek itu, ternyata praktek urut nenek TH belum di mulai, kami di minta untuk menunggu sejenak, karena Nenek TH ingin melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu. kamipun duduk di ruang tunggu yang telah di sediakan oleh nenek TH. Sekitar 10-15 Menit kemudian, kamipun di panggil untuk masuk kedalam,.
Hafidz Di Pantai Bersama Ibunya
dan kamipun segera masuk. Setibanya di dalam, kemudian kami duduk menghadap nenek TH. Nenek TH ini sudah tidak lagi bisa melihat, kedua matanya sudah tertutup oleh kelopak matanya. Jadi ketika nenek meng-urut pasiennya, dengan cara meraba-raba sambil di pandu oleh anaknya yang memang khusus bekerja sebagai pemandu nenek TH dalam menjalankan prakteknya.

Singkat cerita URUT pun selesai, kemudian kami memberikan sesuatu pada nenek, yang jumlahnya itu tidak di tentukan, cukup seihklas kita saja. Dan kemudian kami berpamitan, pulang kerumah.

Bersambuungg.................




Penulis: Hairi Yanto


Godaan itu Berat

Godaan itu berat. Ya.. siapa yang tahan dengan godaan..? saya.? kamu..? atau kalian semua..? Tahan dari godaan apanya dulu..?..heheee. Mulai otaknya pada ngeres..! Dasar, kebiasaan.

Bisa saja, pikiran kita tertuju pada suatu godaan yang mendatangkan syahwat lawwamah. Syahwat yang tidak terkendali, sehingga dia sangat liar, menyasar kian kemari hingga membawa sebuah malapetaka dalam kehidupan. Keliaran syahwat ini haruslah ada upaya untuk menahannya, dengan berbagai upaya yang bisa kita lakukan. Seperti menjaga pandangan dari hal-hal yang akan memperdayakannya, berpuasa untuk menjinakan syahwat, serta membaca alquran dan melaksanakan amal-amal shaleh lainnya, sehngga tidak ada ruang dan celah dalam diri kita untuk dirasuki oleh syahwat lawwamah tadi.

Mozaikinilah.com
Syahwat Muthmainnah lain lagi, syahwat yang mampu dikendalikan sehingga dia tidak menyasar kemana-mana, dengan kata lain syahwat yang terkontrol dalam diri seseorang. Ada wadah yang sah untuk menyalurkannya, bukan justru mengembang dan merayap melintasi pegunungan zina yang berkepanjangan, namun dia tetap tercapai dengan jalan yang di ridha oleh Allah swt.

Namun godaan itu berat yang saya maksud disini adalah, bukan godaan syahwat seperti uraian di atas. akan tetapi godaan yang datang dari dalam diri. Godaan apa itu..? adalah godaan MALAS.

Malas merupakan godaan yang teramat berat untuk kita lawan. Jika Malas merupakan penyakit maka dia akan sembuh dengan obat yang kita berikan. Jika malas merupakan karakter, maka dia akan hilang dengan pendidikan karakter. Akan tetapi malas telah menjadi Godaan yang sungguh berat, yang telah menyandra diri setiap orang. Malas itu datang nya tiba-tiba dari arah yang tidak tampak oleh kasat mata. datang tanpa di undang dan pulang pun tak di antar, maka jadilah ia seperti Jailangkung.

Nah...pertanyaannya adalah bagaimana cara nya agar bisa terhidar dari godaan MALAS..?

Pertama: Harus Rajin. ya..rajin merupakan cara terbaik untuk menghindari rasa malas, karena dengan menanamkan rasa rajin, insya Allah rasa malas akan tersingkir.

Kedua: Biasakan. ya..Membiasakan sesuatu yang belum terbiasa memang suling, apalagi meninggalkan sesuatu yang telah terbiasa. Butuh waktu dan kesabaran dalam berproses, jangan sampai jenuh, inovasi diri serta perbaiki diri. Insya Allah sesuatu yang berat akan menjadi ringan karena sudah terbiasa.

Ketiga: Gunakan Tips dan strategi jitu. Ada banyak tips dan strategi untuk melawan godaan malas dalam diri. Tinggal Browsing aja di Mbak GOOGLE, maka mbah google akan menjawab, pelajari caranya kemudian lakukan yang mungkin mampu kita lakukan.

Keempat: semangat. semangat itu datang karena ada dua hal. Yaitu adanya tujuan dan Niat yang kuat. Ketika kita ingin melakukan sesuatu yang di dasari oleh niat yang kuat dan karena adanya tujuan yang akan di capai, maka kita tentu akan memiliki semangat yang melimpah dalam diri, sehingga malas yang menggoda kita tentu mampu ia singkirkan.

Semoga Bermanfaat

Penulis: Hairi Yanto
#BloggerBengkulu

Hana Althafunnisa Khairani

Assalamualaikum wr.wb

Hai teman-teman, perkenalkan nama saya HANA ALTHAFUNNISA KHAIRANI.

Heheee.....Lumayan panjangkan..? iya teman-teman, nama ini adalah pemberian Ayah dan Ibu. Yang katanya mereka menginginkan saya ini menjadi seorang wanita yang memiliki hati yang lemah lembut terhadap semua orang dan memiliki sifat yang penuh kebaikan. 

Naahh..hebatkan doa Ayah dan Ibu..? Iya teman-teman, Dalam agama kita (Islam) Nama itu adalah sebagaian dari pada doa, jika nama kita itu bagus, maka dia akan menjadi doa yang bagus pula teman-teman. Begitu juga sebaliknya, jika nama kita itu krang bagus, alias "Basing" aja di beri ayah dan ibu, maka ia akan kurang bagus juga maknanya.Meskipun belum ada jaminan, 

Namanya juga doa, bisa ia bisa tidak tergantung bagaimana prosesnya nanti kita di bina dan di didik oleh Keluarga, lingkungan maupun diri kita sendiri. Karena teman-teman, cukup banyak juga prilaku seseorang yang tidak sesuai dengan namanya. Itu sebabnya, memberi nama haruslah pilih dengan nama yang bagus, agar kelak bisa tumbuh dewasa bisa mengemban amanah nama yang di berikan oleh kedua orang tua kita...hehee
Hana Althafunnisa Khairani

Oya teman-teman, Berikut profile lengkapku:
Nama : Hana Althafunnisa Khairani
Nama Panggilan : Hana
TTL : Bengkulu, 16-04-2018
JK : Perempuan
Anak Ke : 2 (Dua)

Nama Ayah : Hairi Yanto
Nama Ibu : Siti Sundari
Nama Kakak : Abdul Hafidz Al Khairi

Alamat : Jl. Rinjani RT 10 RW 03
Kelurahan Jembatan Kecil Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu
Persisnya di Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu

Sekian dulu ya Teman-teman..semoga kita akan bisa berjumpa di lain kesempatan dan waktu...

#BloggerBengkulu
#WarungBlogger
#Motivasihidup
#PonpesPancasilaBengkulu

#19 Tahun Sudah Ibu Tinggalkan Kami

Di penghujung tahun 1999 yang lalu, persis-nya sekitar bulan Desember adalah awal mula terjadinya kisah sedih dalam kehidupan keluarga kami. Sedih akibat menanggung duka yang teramat dalam atas sebuah peristiwa yang menyayat hati yang datang secara tiba-tiba. Peristiwa itu tak pernah kami harapkan, seketika menetak perhatian dan meneteskan air mata, karena kabar duka berembus dari keluarga kami. Ibuku pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. 
AMAK di Usia 16 Tahun

September 1999

Pagi itu, hari minggu di bulan September 1999 (Tanggalnya saya lupa) sekitar pukul 07.00 pagi, seperti biasa rutinitas saya dan ibu berlangsung selayaknya sebuah pekerjaan rumah tangga. Sehabis mandi, saya bertugas menyapu rumah, masak nasi, rebus air dan menggiling cabe untuk masak sayur (Gulai) yang pekerjaannya nanti akan di lakukan oleh ibu, karena memang waktu itu saya baru berusia kurang lebih 12 tahun.

Bapak ku, Kami tidak memanggil Bapak dengan Panggilan Ayah, karena bagi kami yang hidup di desa, panggilan Ayah merupakan panggilan yang sangat langka, jika pun ada maka akan menjadi bahan olok-olok an oleh tetangga,   karena di anggap, sok ke kota-kota-an. Oleh sebab itu kami memanggil nama orang tua laki-laki dengan panggilan "ABAK" sedangkan untuk ibu dengan panggilan "AMAK"

"ABAK" ku sedang tidak berada di rumah waktu itu, beliau berangkat ke kebun sekitar jam 6 pagi, Setelah shalat subuh, sarapan nasi dingin kemudian berangkat dengan parang yang terikat di pinggangnya, dan di tambah pisau menyadap karet satu buah. Pakai sepatu tani warna hitam, dengan topi loreng (ABRI) yang melingkar di kepalanya, sepintas selalu "ABAK' ku di pandang sebagai sosok yang gagah dan bertanggung jawab. Berangkat lebih awal karena jarak antara kebun dengan desa kami itu kurang lebih 3-4 Km, di tempuh dengan berjalan kaki, karena memang kami belum memiliki kendaraan bermotor waktu itu. Pada tahun 90an, di desa kami yang memiliki kendaraan bermotor baru hanya 1-2 orang saja, selebihnya masih menggunakan kereta.

"ABAK" kekebun itu dalam rangka menyadab karet. Karet merupakan komoditas pertanian yang di lakoni oleh masyarakat kami selain kebun kopi. Sehingga tidak ada pilihan lain, selain dari pada nyadap dan panen kopi.

CIKMANDANI, Kakak tertuaku pagi itu juga tidak sedang berada di rumah. Beliau sedang berada di dalam hutan, narik kayu balok dengan seekor kerbau milik sang juragan. Biasanya baru pulang ke rumah setelah seluruh pekerjaan usai, terkadang sampai 1-2 bulan di dalam hutang, tergantung kondisi kerbau dan persediaan bahan makanan. Jika kondisi kerbau terlihat lelah atau mengalami cidera, maka pulangnya lebih awal, tidak harus menunggu pekerjaan usai.

SUDARWADI, Kakak ku yang nomor 2, juga sedang tidak ada di rumah, seperti biasa anak-anak remaja yang tinggal di desa, hubungan silaturrahmi terjalin dengan baik, sehingga tidur di rumah teman itu merupakan hal yang biasa-biasa saja, dan tidak pernah menjadi sebuah persoalan. Itulah hebatnya jika kita tinggal di Desa, kedekatan hubungan emosional sangat lah erat, tidak sama dengan di kota-kota.

AIDI, adik lelakiku waktu itu masih tidur di kamar. Karena waktu itu baru berusia 7 atau 8 tahun, baru selesai ujian kenaikan kelas, naik ke kelas 2 SD. Jadi seluruh pekerjaan rumah itu belum lah menjadi kewajiban untuk membantu, tapi jika ia mampu melakukannya juga tidak kami larang. 

ISNAINI, adik perempuanku yang bungsu, baru berusia 3 tahun. Jadi belum begitu mengerti tentang sesuatu apapun, baik itu pekerjaan rumah, bantu kakak-kakak nya dan lain sebagainya. Untuk dirinya saja masih dibantu oleh "AMAK" dan kami-kami ini semua.

Pada saat aku melakukan pekerjaan rumah tadi, "AMAK" sedang merumput di halaman. Merumput bahasa kami disini adalah motong rumput di halaman dengan menggunakan arit atau celurit. Sementara tetangga sebelah kanan rumah kami sedang melakukan renovasi, yaitu mengganti kayu landasan rumah dengan kayu yang baru. Ada sekitar 3 orang tukang yang bekerja di sana, yaitu Pak Zulkifli, M. Yani dan Pak Maros, mereka satu kelompok diminta oleh si pemilik rumah untuk melakukan pekerjaan itu. Selain itu juga ikut di bantu oleh keluarga yang punya rumah, supaya pekerjaan cepat selesai.

Rumput di halaman itu tidak begitu subur, karena sering di potong oleh "AMAK". Jadi dalam waktu sekejab, hasil pengerjaan nya itu sudah kelihatan luas, di mulai dari sisi kiri rumah, truuuss sampai ke sisi kanan rumah. Ketika "AMAK" sedang mengerjakan di sisi kanan rumah, tiba-tiba aku mendengar suara keluhan kesakitan. Aku belum tau siapa yang mengeluh itu. karena posisi ku masih di dapur. Berulang-ulang kali suara itu aku dengar, "Aduuhhh.....Pehuk ku sakik..." ( Aduh..perutku sakit). kata AMAK. Mendengar suara itu, aku pun berupaya keluar mencari sumber suara itu. Setibanya aku di beranda rumah, pandangan ku langsung tertuju pada satu titik sisi kanan rumah, aku buka mata lebar-lebar untuk memastikan apa yang aku lihat. Dan ternyata ibu ku yang mengerung kesakitan sambil kedua tangannya memegang perut.." AMAK....AMAK....AMAK...... teriak ku dari atas rumah. Seketika aku meloncat, dan segera menuju kearah "AMAK". sambil menangis aku berkata... AMAK.....mide amak tadio..? mide mak..? ( Mak, amak kenapa, apa yang terjadi). Tak satu pun pertanyaan ku yang mak jawab. Mak masih melirih menahan rasa sakit. Kemudian ku popoh Mak ku dengan seorang diri, lalu ku bawa ke dalam rumah. 

Setibanya di rumah, Mak terus tak henti-hentinya minta tolong, minta tolong dan minta tolong, yang membuat aku semakin panik tak karuan, tidak tahu apa yang harus ku perbuat. Bapak tidak ada, kakak juga tidak ada, sementara adik-adik ku masih kecil. Ya Allah, tolong aku tuhan, apa yang harus ku perbuat, untuk mengobati rasa sakit Mak ku. Pikiran ku tidak menentu, hati yang tidak bisa berbuat banyak, bingung bercampur aduk, belum mengerti apa yang hendak ku kerjakan. Badan rasa gementar, luluh dan rontok rasanya tulang ini, keringat dingin seolah-oleh menjadi lautan di tubuh. Duduk tegak lutut di sudut rumah, sambil tangan menopang kepala, seolah-olah berpikir keras, mencari solusi untuk kesembuhan sang AMAK.

Sambil lirih, suara mak terdengar dari dalam kamar, meminta ku melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit mak. "Ri....tolong imbau jani ileh o nok, suhok yu datang kumak. tolong amak nok, pehuk amak sakik..." (Hairi, mitak tolong panggilkan M Yani di sebelah rumah kita ini, suruh dia datang kerumah, tolong amak ri, perut amak sakit..). Mendengar suara permintaan Mak itu, tanpa basa-basi akupun langsung berlari keluar rumah, untuk minta tolong kepada Dang jani. Tidak lama kemudian, orang yang dimaksud pun datang, dan segera menghampiri AMAK. Tanpa terlalu banyak basa-basi, seketika Jani melakukan apa yang ia tahu. Aku di minta untuk mengambilkan sesuatu yang kelak benda itu untuk di jadikan sebagai alat mengobati AMAK. Kemudian setelah semua yang ia minta lengkap, dia pun segera memulai mengerjakannya. Dari jarak yang tidak begitu jauh, aku melihat dia komat-kamit dengan benda yang ia minta tadi, dan aku juga tidak mengerti apa bacaan yang ia bacakan pada benda itu. Aku tidak perlu memikirkan itu, bagi ku adalah bagaimana Mak bisa sembuh dari sakitnya.

Pertolongan pertama pun usai di lakukan, dengan bercucuran keringat yang membasahi badan, semua ku lakukan demi AMAK, aku ingin melakukan yang terbaik untuk mak, agar AMAK bisa kembali sehat seperti semula. Namun, rasa sakit yang di alami AMAK belum memberikan tanda-tanda ke arah membaik dan justru bertambah sakit, dan akupun semakin panik. Kemudian Amak memerintahkan ku, untuk memberitahukan kepada ABAK, agar ABAK bisa segera pulang.

3 Km perjalanan kaki aku tempuh sambil berlari tanpa ada rasa capek. Karena dalam benak ku, ABAK harus segera tahu, bahwa AMAK dalam keadaan sakit. Capek, letih dan segala macam yang terjadi, aku abaikan, aku terus berlari dan berlari tanpa peduli, aku ingin segera sampai ke pada ABAK dan membawa ABAK pulang. Sesampainya di tempat ABAK, segera ku ceritakan bahwa AMAK minta ABAK segera pulang, karena AMAK dalam keadaan sakit. Tanpa perlu banyak bertanya, seketika mendengar AMAK sedang sakit, Bapak segera bergegas pulang, meninggalkan semua peralatan yang ia bawa, hanya sepatu dan topi yang masih melekat di badan. Getah hasil sadapan, pisau yang ia gunakan untuk menyadap semua ia abaikan, karena ia tahu, Kondisi kesehatan AMAK adalah lebih penting dari segala-galanya. 

Perjalanan 3 Km, bisa tembus dalam waktu kurang dari setengah jam, bisa di bayang kan bagaimana kecepatan ABAK berlari menuju rumah. ABAK memang terkenal dengan sigapnya, sigap dalam segala hal, apalagi yang berkaitan dengan keluarga. Nyawa beliau tidak harganya, selain dari pada keluarga. 

Singkat cerita, ABAK samapai di rumah, dan langsung menuju AMAK, memeluk AMAK sambil gemetar, menanyakan apa yang terjadi, mengapa ini bisa terjadi. Kondisi rumah sudah mulai rame, tentangga sekitar rumah, rupanya mengetahui bahwa AMAK sedang sakit. Beranda, dapur dan halaman, ramai dengan banyak orang, karena empati masyarakat yang begitu tinggi. Tapi Amak masih meraung-raung, menahan rasa sakit yang tak kunjung henti. Akhirnya semua keluarga mulai musrawarah, apa langkah-langkah yang harus di lakukan untuk memberikan pertolongan kepada AMAK. Ada yang menyarankan membawanya ke rumah sakit, ada yang menyarankan untuk berobat tradisional dan ada juga harus segera bawa ke Bengkulu. Semua kemungkinan-kemungkinan alternative di lakukan dalam upaya menyembuhkan AMAK dari rasa sakit.

Akhir Desember 1999

Tak terasa waktu sudah berjalan 4 bulan lamanya, berobat sudah di lakukan kian kemari, Rumah Sakit, Obat Alternative dan obat-obat herbal lainnya sudah di coba semuanya, ada yang memberikan harapan sembuh tapi hanya sebentar, coba lagi obat lain, sembuh sebentar kemudian mengulang lagi, begitu lah seterusnya. 

Dan pada Akhirnya, Malam itu adalah malam minggu, malam dimana banyak berkumpul para keluarga, kondisi AMAK sudah semakin memburuk, berat badan turun drastis, Makan tidak mau, sementara BAB pun juga tidak bisa. Sedih hati kami melihat kondisi ini, tapi kami tak punya daya untuk bisa menyembuhkan orang tua kami. Hanya kepada Allah saja kami berserah diri. 

Jam hampir menunjuk kan pukul 12.00 Malam, aku baru saja tertidur kurang lebih 2 jam sebelumnya, dan malam itu aku sengaja tidak tidur di ruangan dimana posisi AMAK di gulingkan, aku sedikit bergeser pas di ruang sebelum dapur.

Tiba-tiba suasana sedikit ramai oleh suara  tahmid dan tahlil, yang keluar dari mulut orang-orang yang berada di sekeliling AMAK. Sementara ABAK persis berada di samping kanan AMAK, Tangan kiri ABAK Merangkul kepala AMAK, dan tangan kanan nya menggenggam erat tangan kanan AMAK. Mulut ABAK menempel di telinga AMAK, sambil mengirinya menyebut nama ALLAH...ALLAH..ALLAH.... sesekali suara itu di sambut oleh AMAK dengan memberikan kode, sambil menggerakkan mulutnya....ALLAH.....ALLAH..ALLAH.... hanya kalimat itu yang mampu AMAK ucapkan. Kami semua sudah bangun, kakak pertama ku, kakak no 2, aku dan seluruh keluarga yang menunggu di rumah, menyaksikan kepergian AMAK dengan tetesan air mata. Aidi dan Isnaini adik bungsuku, sengaja tidak kami bangunkan, karena kahwatir dia akan mengangis meronta-ronta.  atas kepergian arang tuanya. Dan akhirnya kurang lebih jam menunjukkan PUKUL 1 malam, suasana jadi hening, diam seribu bahasa, semua mata tertuju pada AMAK. Sementara AMAK sedang berjuang menghadapi syakatarul Maut, berjuang agar bisa lepas dari godaan syetan, dan akhirnya pergi dalam diam.. INNALILAHI WAINNALILLAHI RAJIUN.... Selamat jalan AMAK...semoga engkau di ampuni semua dosanya, di maafkan semua kesalahannya dan di terima semua amal ibadahnya serta di berikan tempat yang layak, syurga jannatun naim...

Kami semua Ikhlas mak, ikhlas di tinggal kepergianmu, semoga kami semua kuat dalam menjani hidup, terutama membimbing adik-adik kami menjadi anak yang baik, sholeh dan sholehah serta selalu mengirimkan doa untuk mu...Amin. 

Dari kami, 5 Saudara yang sangat merindukanmu... AMAK dan ABAK 

Penulis: Hairi Yanto



Belajar Dari sebuah Kegagalan

Gagal.... Siapa yang tidak pernah gagal. Barang kali hampir semua di antara kita pernah mengalami yang namannya gagal. gagal dalam banyak hal. Bisa saja gagal dalam mendapat kan seseorang yang kita cintai dulu, gagal masuk perguruan favorit, gagal dalam membeli mobil impian, galam dalam sebuah kompetisi berskala nasional, gagal dalam mendapatkan nilai A, gagal memperoleh Juara 1 ujian kenaikan kelas, dan masih banyak lagi kegagalan demi kegagalan yang pernah kita alami sepanjang kehidupan. Ada juga yang gagal dalam membina hubungan baik dengan pertemanan, gagal dalam membina rumah tangga, gagal sebuah perjuangan di medan perang, dan bahkan gagal dalam mengemban amanah yang di berikan kepada kita.

Apa itu gagal..? lalu bagaimana kita menyikapi dari kegagalan yang kita hadapi..?
www.google.co.id

Kegagalan merupakan tertundanya sesuatu yang ingin kita raih dari apa yang kita usahakan. Tertunda nya sesuatu tersebut bukan berarti kita tidak pernah memperoleh sesuatu yang kita inginkan. Namun, kita di tuntut untuk bersabar dan berupaya mencari solusi terbaik secara maksimal untuk kembali berjuang dalam sebuah upaya memperoleh sesuatu. Proses itu harus kita jalankan dan tidak menyerah begitu saja pada keadaan dan bahkan cendrung mencari sumber persoalan dari pihak lain, sebagai penyebab kegagalan kita. Gagal itu adalah awal dari kesuksesan dan apabila seseorang menyerah dari kegagalan berarti dia tidak tahu bahwa kesuksesan sudah sangatlah dekat.

Jika semua daya upaya telah kita lakukan, namun hasilnya belum berpihak kepada kita maka disanalah letaknya kepribadian yang tawakkal, menyerahkan semua uapaya kepada Tuhan yang Maha Esa. Karena Tuhan pasti tahu kebutuhan kita pada waktu yang tepat.

Disamping itu juga, Menyerah bukanlah sebuah solusi. Karena ketika kita menyerah menjadi sebuah keputusan, maka kita akan melewatkan apa yang menjadi impian kita. oleh sebab itu, banyak pilihan-pilihan yang harus kita ambil selain mengembalikan semua yang terjadi ke pada Tuhan Yang Maha Esa.

Pertama : Tugas kita adalah mengambil hikmah dari setiap kegagalan, Terus lah berusaha dan berdoa yang terbaik kepada Tuhan yang Maha Esa, karena setiap usaha dan doa yang baik Allah pasti akan mengabulkannya. Seperti Pesan Allah kepada kita "Udd uuni astajib lakum" Berdoalah kepada ku pasti akan ku kabulkan (QS Al Mukmin: 60). Allah menerima apa yang kita minta sesuai denga kebutuhan kita. Allah pasti akan menunda doa kita ketika apa yang kita doakan belum menjadi sebuah kebutuhan. Namun demikian bukan hanya karena kita belum ada kebutuhan sehingga tuhan menunda mengabulkan doa kita, akan tetapi ada penyebab lain, salah satunya yaitu karena kita lalai dalam menjalankan perintah-Nya. Sabda nabi Muhammad SWA dalam Kitab Hadits Shaih At-Targhib No 1653) "Berdoalah kepada Allah SWT dan kalian yakin akan di kabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak menerima suatu doa dari hati yang lalai lagi lengah".

Kedua: Kegagalan adalah pelajaran bahwa kesuksesan membutuhkan waktu dan kerja keras.

Mark Zakerbeck dengan Facebook nya,  Bill Gate dengan Microsoft nya, Jack Ma dengan Ali Baba nya, Khairul Tanjung dengan Trascorp nya, Dahlan Iskan dengan Jawa Posnya, Robert Budi dan Michael Hartono denga Djarum nya, Hari Tanoo dengan MNC group nya, Jusuf Kalla dengan Kalla groupnya adalah contoh dari sekian banyak orang yang sukses yang berawal dari sebuah kegagalan. Namun ketika mereka pernah gagal, apakah mereka berhenti sampai disitu..? jika iya, sudah pasti nama-nama mereka tidak bisa kita dengar di seantaro dunia ini, ketika kita cari di google pasti tidak akan ketemu. Tapi yang mereka lakukan adalah bangkit, berusaha lebih maksimal lagi, berpikiran positive bahwa saya pasti akan sukses.

pixabay.com
Sukses itu tidak bisa di raih dalam waktu singkat. Dia membutuhkan waktu yang lama serta di iringi dengan kerja keras. Dalam prinsip ini bukan hanya kerja keras, namun kerja cerdas dengan melipat gandakan seluruh potensi dan peluang. Disiplin dan bertanggung jawab, menjalin hubungan baik dengan semua kalangan, serta etos kerja yang berlimpah. 

Itu lah beberapa hikmah yang bisa kita petik, dari kegagalan yang pernah kita hadapi dalam mengarungi samudra kehidupan. Mecoba lagi dan mencoba lagi merupakan saran yang harus kita jalani. Semoga kita semua akan memperoleh apa yang kita impikan selama ini sehingga kita bisa menigkatkan derajat kehidupan menjadi lebih baik.

Penulis: Hairi Yanto

Mengapa Kita Mudah Tersinggung..?

www.google.co.id
Apa itu tersinggung..?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang di kutip dari laman jagokata.com kata tersinggung memiliki beberapa arti, yaitu terjatuh, terjamah, tersenggol, di bicarakan, dan merasa disakiti. Kata tersinggung sendiri sebenarnya termasuk kedalam kelompok kata Verbia (kata Kerja) yang mendapat imbuhan awalan Ter- yang berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif yang tidak dapat di bah menjadi kalimat aktif. Kata tersinggung memiliki makna yang berbeda tergantung pada posisi apa ia di tempatkan. 

Dalam Ilmu Psikologi, tersinggung merupakan bentuk dari tingkah laku manusia. Ketersinggungan pada tiap-tiap orang tidak lah sama, ada yang mudah tersinggung, ada yang tidak mudah tersinggung, dan bahkan ada orang yang sangat sulit tersinggung. Mengapa bisa demikian, karena tergantung dari tingkat kedewasaan seseorang. Semakin tinggi tingkat kedewasaan seseorang maka dia sangat sulit untuk tersinggung, semakin rendah tingkat kedewasaan seseorang, maka ia akan semakin mudah utnuk tersinggung. Kedewasaan adalah level tertinggi dari semua level. Oleh sebab itu kedewasaan seseorang bisa kita lihat dari seberapa sabar ia menghadapi sebuah persoalan, dan seberapa mampu ia mngendalikan diri. 

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa ada orang yang sangat mudah tersinggung..?

Dalam beberapa sumber yang saya baca penyebab utama seseorang mudah tersinggung adalah faktor harga diri. Siapapun di antara kita akan mudah tersinggung manakala harga dirinya di injak-injak atau di rendahkan oleh orang lain. Namun hal ini akan menjadi masalah ketika seseorang begitu mudahnya merasa tersinggung. Ketika di berikan nasehat agar meninggalkan suatu perkara yang tidak baik dia tersinggung. Ketia di sarankan untuk mengerjakan perintah Agama dengan benar, dia tersinggung. Ketika diceritakan kebaikan seseorang pada saat bercangkrama, dia tersinggung. Ketika Mengenang masa lalu, dia akan tersinggung. Ketika terlupa mengundang pada suatu acara dia pun tersinggung. Apapun yang di lakukan, dia merasa tersinggung, tidak peduli terhadap maksud dan tujuannya. 

Terhadap hal yang semacam ini, dia di katagorikan ke dalam orang yang memiliki tanda EQ yang lemah. EQ adalah Emotional Quetion, dimana dalam proses ini menghendaki seseorang meiliki kecerdasan secara emosional. Kecerdesan ini akan di dapat ketika seseorang mampu dalam pengendalian diri. Pengendalian diri akan di dapat ketika seseorang memiliki wawasan yang luas. Wawasan yang luas belum lah cukup jika SQ nya masih rendah. Sipiritual Quetion akan baik ketika seseorang selalu memperbaiki aqidah dalam menjalankan perintah agama.

Lalu bagaimana bisa kita melihat EQ kita Rendah..?

Di dalam http://intisari.grid.id di sebutkan ada 7 ciri-ciri dan tanda seseorang yang memiliki EQ rendah.
1. Gampang Stres

Disana di jelaskan bahwa seseorang sangat lah gampang terkena stress tak kala berhadapan dengan situasi yang tidak beres. Ia tak terbiasa dengan situasi yang melebihi kemampuannya, dia hanyut dalam emosi yang tak terkendali sehingga setiap tindakan dan prilakunya candrung tidak menghasilkan sesuatu yang baik.

2. Tidak tegas pada diri sendiri.

Menyeimbangkan prilaku, sikap dan pikiran tidaklah mudah terutama bagi kita yang memiliki EQ yang rendah. Karena untuk menjadi pribadi yang tegas pada diri sendiri membutuhkan keberanian dan pehitungan yang matang. Jika tidak maka akan muncl prilaku menjalani hidup semaunya tanpa prinsip dan batasan.

3. Tidak Mengenal Emosinya sendiri

Menurut data yang dikutip dari laman http://intisari.grid.id, hanya 36% saja orang bisa mengenal emosi nya sendiri, sementara  64% sisanya, orang tidak bisa mengenal emosinya. Data ini menunjukkan bahwa, untuk bisa mengenal emosi diri sendiri tidak lah mudah, jika pun mampu itu hanya bagi orang-orang yang luar biasa. Danpak yang di timbulkan atas ketidak mampuan dalam mengenal emosinya sendiri adalah seseorang sangalah gampang terjebak kedalam salahpahaman, terjadinya konflik individu yang cendrung buruk, masive dan frustasi.

4. Mudah berasumsi dan sangat percaya atas asumsi nya sendiri.

Orang yang terbiasa berasumsi dan beropini tanpa di dukung dengan fakta dan bukti yang akurat termasuk tanda-tanda ber EQ rendah. Dia lebih percaya atas asumsinya sendiri meskipun telah di berikan data dan bukti, karena di anggap bertentangan dengan asumsinya sehingga cendrung menolak atas data tersebut.

5. Menyimpan Dendam

Penyimpan dendam juga termasuk kedalam tanda-tanda orang yang memiliki EQ rendah. Dendam itu tidak baik, apa lagi terdapat upaya-upaya untuk membalasnya. Bagaimana dengan hal seseorang yang selal mengulang perbuatannya dan akan membuat diri menjadi tidak suka..? salah satu cara terbaik menurut pandangan saya adalah menjaga jarak dari dirinya.

6. Sering Jatuh pada kesalahan yang sama

Ada pepatah mengatakan " Jangan tersandung pada padu yang sama". Ini menyarankan kepada setiap orang, agar selalu berhati-hati. Berhati-hati membutuhkan upaya untuk bisa terhindar dari jebakan, berhati-hati juga akan membuat diri kita siap dengan perhitungan. Berhati-hati juga akan membebaskan kita dari segala macam bentuk bahaya.

7. Sering salah paham pada orang lain.

Salah paham merupakan kesulitan dalam memahami intensi orang lain. Selalu berfikir  Out to the BOX, tidak melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. keberanian ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang memilki tingkan kecerdasan Emosional yang tinggi, karena berupaya melepas diri dari terjebak dalam EGO.

Itulah beberapa kenyataan, yang sering terjadi dalam kehidupan manusia, karena emosi yang belum dewasa. Semoga kita semua, bisa menjadi pribadi yang baik, serta hidup dalam kebersamaan yang damai.

Penulis: Hairi yanto

Rendahnya Moralitas Peserta Didik

Merayakan kelulusan dengan aksi coret-coret baju seragam sekolah serta di ikuti dengan konvoi menggunakan kendaraan setelah pengumuman kelulusan ujian sekolah untuk tingkat SMA, SMP dan bahkan SD sederajat merupakan kebiasaan buruk yang terjadi secara turun temurun. Seperti yang banyak kita lihat di berbagai kesempatan, baik secara langsung maupun tidak langsung hal ini selalu saja terjadi setiap momen pengumuman kelulusan ujian Sekolah. Setiap tahun selalu saja begitu, seperti tidak ada tanda-tanda kebiasaan itu akan hilang. Meskipun teguran-teguran sudah dilakukan, upaya-upaya pencegahan sudah dilaksanakan dari berbagai pihak, namun belum memberikan hasil yang baik, untuk menurunkan tingkat kejadian tersebut.  Kebiasaan ini seharus nya tidak boleh terjadi, jika anak-anak menyadari betapa perbuatan tersebut sangatlah sia-sia.

Jika kita melihat kebelakang tentang sejarah awal mulanya aksi coret-coret yang dilakukan, terutama anak-anak SMA sederajat ketika merayakan kelulusan ujian sekolah adalah bermula pada sekitar tahun 1990-an sejak di berlakukannya EBTANAS (Evaluasi Tahap Akhir Nasional). Pada waktu itu, EBTANAS dirasa sangat lah berat, sehingga ketika pengumuman kelulusan keluar dan dinyatakan LULUS maka sebagai bentuk luapan perasaan di kala itu mulailah di ekspressikan dengan coret-coret seragam sekolah. Namun kebiasaan ini baru sebatas coret-coret seragam, tembok, rambut maupun tubuh, belum ada kegiatan konvoi-konvoi dengan menggunakan kendaraan. Namun sekitar tahun 2000an, perayaan kelulusan mulai beragam, tidak lagi hanya mencoret-coret seragam, namun di ikuti dengan konvoi-konvoi di jalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Kemudian semakin kesini, kreativitas anak semakin bertambah, konvoi dengan menggunakan kendaraan roda 4, sambil minum-minuman ber alkohol, kumpul di pantai sambil berpesta, ada juga yang adu OTOT, dan bahkan lebih parah lagi, akhir-akhir ini, mereka Check In ke hotel kelas melati, berjoget di depan sekolah dengan musik disco, sambil bernari-nari di tiang bendera. Campur baur antara laki-laki dan perempuan, tidak ada lagi rasa malu di dalam diri mereka, nilai-nilai pendidikan yang diberikan seolah-olah tidak membekas, hilang bersama dengan keringat yang bercucuran.



Apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia pendidikan kita sekarang..? siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap hal ini..? Murid kah..? Guru, Orang Tua, lingkungan, atau pemerintah..?
Kualitas lulusan peserta didik kita dasa warsa ini tidak lah menggembirakan, hal ini di buktikan Nilai Hasil Ujian yang jauh dari harapan, metoda kelulusan yang terbelah, di satu sisi pemerintah ingin ikut terlibat dalam hal meluluskan peserta didik, tapi disisi lain, 60% kelulusan di tentukan oleh Sekolah. Sehingga yang terjadi sekarang adalah hampir seluruh sekolah meluluskan peserta didiknya. Tidak peduli apakah mereka itu memang layak untuk lulus atau tidak,.? karena takut dengan sistem, sistem menghendaki presentasi kelulusan peserta didik, dan tidak akan mungkin sekolah berani ambil resiko terhadap itu, mana mungkin sekolah akan nyaman ketika sekolah nya berada di posisi tidak mencapai 100% kelulusan. Jika pun ada yang berani, maka harus siap dengan segala konsekuensi.

Tapi..... Para peserta didik dengan bangganya mencoret-coret baju sekolah, rambut, badan dengan disertai konvoi-konvoi di jalanan, meskipun nilai yang di peroleh tidak sebanding kerugian yang di timbulkan.

Akhir kata, semoga dunia pendidikan kedepan, akan mengalami revolusi secara menyeluruh, mulai dari para pemangku kepentingan, stakeholder, pemerintah, guru, orang tua serta lingkungan dan murid itu sendiri, mulai menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan para anak-anak didik kita. Ketika Moral anak-anak didik kita hancur, maka masa depan bangsa pun ikut hancur. Oleh sebab itu, hentikan memproduksi anak - anak tak bermoral, jauhkan mereka dari pencucian otak oleh media-media elektronik maupun cetak, sosial media yang tak bertanggung jawab serta hiburan-hiburan yang tidak mendidik. Ajak anak-anak kita meningkatkan nilai-nilai agama serta taat dalam menjalan perntah agama. Insya Allah, Anak-anak yang baik, akan meneruskan keberlangsungan bangsa dengan baik.. Amin

Penulis: Hairi Yanto


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut