Home » » Ayah...Hafidz Sakit Perut....!

Ayah...Hafidz Sakit Perut....!

Ayah..Kenapa badan hafidz lemas..? kayak ngak bisa begeyak...! Hafidz sakit Peyut yah...
Begitulah kalimat yang di ucapkan oleh anakku pada suatu sore. Ketika itu aku lagi berdiri di depan halaman rumah, sambil kedua tanganku menekan pinggang, hanya pake singlet dan celana jean warna hitam. Biasa, sembari menunggu waktu berbuka, ketika urusan rumah sudah usai, aku memang sering ke halaman rumah tuk menghirup udara bebas.

Abdul Hafidz Al Khairi lagi Selfie
Tadinya saat aku keluar menuju halaman, Hafidz masih sibuk dengan kegiatannya di ruang tamu.
Salah satu hasil Mewarnai Hafidz
Seperti biasa, Hafidz sedang menggeluti permainan yang ia suka, yaitu memberi warna pada gambar hasil print-nan dia sendiri. Memang sudah beberapa bulan ini, hasil mewarna yang ia lakukan sudah cukup lumayan bagus, dia sudah bisa memadukan beberapa warna di dalam satu objek gambar. Meskipun warna tersebut belum lah sesuai dengan tempat warna itu berada. Misalkan, warna yang seharusnya ada pada rumput, kan warna hijau, tapi dia kasih warna biru. Atau warna pada awan, yang seharusnya putih, dia kasih warna Kuning, warna SPBBU yang seharusnya di dominasi warna merah dia kasih warna unggu. Tapi Masing-masing kota dia kasih satu warna. Seandainya dalam satu gambar itu terdapat 3-4 kotak, maka terjadilah berwarna-warni.

Tak lama kemudian tiba-tiba dia keluar sambil menunjukkan hasil mewarnai yang ia lakukan. seraya berucap.."Ayah..ayah...(sambil Menunjukan Gambar).. Tengok yah, hasil mewarnai hafidz, cantik kan yah..." Ucap si Hafidz kepada ku. Aku pun menoleh sambil memberi respon, sebagai wujud penghargaanku kepada hasil karya sang anak.."...Waahhh...Cantik banget nak, Pintar hafidz ya...bagus..bagus..bagus..." ucapku. "Pintar hafidz kan yah...?" tanya si Hadidz minta di puji. "Pintar sekali anak ayah, anak ayah hebat, udah bisa memberi warna yang sangat bagus, besok-besok buat warna yang lain ya nak.." Pinta ku tuk meneruskan kesukaannya. "Oke, baik.." jawab si hafidz sambil duduk di beranda rumah.

Tapi tak lama setelah itu, aku melihat ada sesuatu yang tidak enak dari si Hafidz, dia kelihatan seperti ada yang sakit pada perutnya, tangan kirinya sambil menggenggam perut, dan kemudian duduk. "Ayah..Kenapa badan hafidz lemas..? kayak ngak bisa begeyak...! Hafidz sakit Peyut yah...". " Kenapa nak..? hafidz sakit perut..?..."." iya yah, peyut hafid sakit.." "Lho...bukankah tadi hafidz sudah makan..? tanya ku, berharap dia cuma sekedar lapar. "Sudah yah, hafidz sudah makan tadi.." jawabnya. "Trus...sekarang bagaimana rasanya..?.."." Masih sakit yah....

Kemudian akupun memopong hafidz masuk ke dalam rumah sampil memanggil ibunya yang sedang mengasuh dek Hana. "Bu...hafidz sakit perut bu, padahal tadi dia tidak ada apa-apa, tiba-tba dia ngeluh sakit perut, kira-kira kenapa bu..?
"Abang hafidz sakit perut..?'
"Iya bu, hafidz sakit peyut..."
"Ya udah,...sebentar ibu ambilkan obat ya..."
"ya bu.."

Tak lama selang kemudian, ibunya datang membawa air hangat. Dan air hangat tersebut segera di berikan kepada hafidz untuk di minum.

Pada malam harinya, wajah hafidz terlihat sedikit pucat, karena dia ngak ada makan nasi tadi sore. Ibunya sudah menganjurkan agar Hafidz harus banyak-banyak makan, tapi memang hafidz sedikit agak susah ketika di minta untuk makan, dan akhirnya hafidz langsung tidur.

Setelah Bang Hafidz dan adek Hana tertidur lelap ibunya pun bertanya bepada ku tentang prihal apa penyebab terjadinya hafidz sakit perut. setelah aku ceritakan kronologis kejadiannya, ibu nya pun menganjurkan agar hafidz dibawa ke nek TH untuk di urut, barang kali saja hafidz sedang mengalami usus turun.

Sore berikutnya, aku dan ibunya langsung mengajak hafidz ke rumah nek TH. Nenek ini memang sudah menjadi tukang urut yang sangat terkenal di lingkungan Bengkulu, dan bahkan ada yang datang dari luar kota, seperti manna, seluma, Benteng, BU dan Mukomuko. Nenek ini telah berhasil menyembuhkan berbagai keluhan anak-anak, mulai dari demam, terkeseleo, dan bahkan patah, jika di bawa ke Nenek ini, insya Allah akan sembuh.

Nenek ini beralamat di Belakang Kampus Dehasen bengkulu, persisnya di Gg. Nangka sawah lebar Kota Bengkulu. Jika berangkat dari arah Tebeng, setiba di pertigaan kampus Dehasan, kita belok kanan, kemudian ketemu pertigaan kembali, belok kiri. Dari Pertigaan yang ke dua tersebut kurang lebih berjarak sekitar 100 Meter, kemudian ada Gang, Gang nangka namanya, di depan gerbang tertulis, Pelaminan Sanut TH. Masuk kedalam kurang lebih sepuluh Meter, Rumah yang berwarna putih menghadap kejalan itu lah rumah Nenek Fateha si tukang urut tersebut.

Setibanya kami di rumah nenek itu, ternyata praktek urut nenek TH belum di mulai, kami di minta untuk menunggu sejenak, karena Nenek TH ingin melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu. kamipun duduk di ruang tunggu yang telah di sediakan oleh nenek TH. Sekitar 10-15 Menit kemudian, kamipun di panggil untuk masuk kedalam,.
Hafidz Di Pantai Bersama Ibunya
dan kamipun segera masuk. Setibanya di dalam, kemudian kami duduk menghadap nenek TH. Nenek TH ini sudah tidak lagi bisa melihat, kedua matanya sudah tertutup oleh kelopak matanya. Jadi ketika nenek meng-urut pasiennya, dengan cara meraba-raba sambil di pandu oleh anaknya yang memang khusus bekerja sebagai pemandu nenek TH dalam menjalankan prakteknya.

Singkat cerita URUT pun selesai, kemudian kami memberikan sesuatu pada nenek, yang jumlahnya itu tidak di tentukan, cukup seihklas kita saja. Dan kemudian kami berpamitan, pulang kerumah.

Bersambuungg.................




Penulis: Hairi Yanto


0 comments:


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut