Home » » Penyakit Suka Melecehkan Simbol-simbol Agama, Negara dan Individu: Penomena Baru..?

Penyakit Suka Melecehkan Simbol-simbol Agama, Negara dan Individu: Penomena Baru..?

SMA N 1 Putri Hijau
Training Motivasi SMA N 1 Putri Hijau
Dalam ajaran agama Islam pelecehan atau pengolok-olokan dikenal dengan istilah “ISTIHZA’, yang artinya pelecehan, pengolok-olok an dan juga senda gurau serta kelakar. Sedangkan perbuatan pelecehan, pengolok-olokan atau senda gurau serta kelakar tersebut merupakan perbuatan yang sangat di larang oleh agama Islam. Dan bahkan para ulama berpendapat bahwa perbuatan tersebut di kategorikan kepada perbuatan kafir. Seperti pendapat ulama Al Fakhrur Razi dalam tafsir Al Kabir (XVI/124) mengatakan bahwa “Sesungguhnya, memperolok-olok agama, bagaimana pun bentuknya, hukumnya kafir. Karena olok-olokan itu menunjukkan penghinaan, sementara keimanan dibangun atas pondasi pengagungan terhadap Allah swt dengan sebenar-benarnya penganggungan, dan mustahil keduanya bisa berkumpul” (https://akhyuyung100.wordpress.com)

Perbuatan ISTIHZA’ ini telah tegas Allah larang kepada kita. Seperti yang di muat dalam Qur’an Surat At-Taubah ayat 64. “Orang-orang munafik itu takut akan di turunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejek-ejekanmu (terhadap agama Allah dan RasulNya). “Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti”
Penemoma ISTIHZA’ atau perbuatan mengolok-olokan/pelecehan terhadap agama, simbol-simbol agama, syi’ar-syi’ar agama, pelecehan terhadap diri nabi dan rasul, pelecehan dan penghinaan kepada sahabat-sahabat nabi, pemimpin-pemimpin umat dan bahkan pengolok-olokan kepada pemimpin pemerintahan bukan hanya muncul dan terjadi pada masa sekarang saja, akan tetapi jauh-jauh sebelum masa sekarang hal ini sudah pernah terjadi. Banyak sekali bentuk-bentuk istihza’ yang di lakukan oleh orang-orang terdahulu maupun kepada pemimpin dan agama.

Lalu apakah penomena pelecehan dan penghinaan terhadap Agama, nabi dan Rasul, pemimpin-pemimpin negara oleh sekelompok orang, segelintir masyarakat atau oleh OKNUM ini merupakan sebuah “PENYAKIT”..?

Dalam ajaran Agama Islam kita tentu mengenal dengan sebutan penyakit hati. Di antara penyakit hati yang kita ketahui seperti, Takabbur, Riya, Ujub, Sub’ah, Hasad, Taqdir, dan panjang angan-angan. Takabbur adalah perbuatan sombong. Riya merupakan perbuatan yang memperlihatkan amal shaleh kepada orang lain. Ujub adalah mengagumi diri sendiri karena merasa lebih dari orang lain. Sub’ah adalah perbuatan yang memperlihatkan amal yang sebelumnya tidak di ketahui kepada orang lain, agar ia mendapat pengaguman dari orang lain. Sementara itu Hasad/Hasud adalah prilaku seseorang yang merasa iri, dengki pada kenikmatan dan kelebihan orang lain yang di sertai dengan harapan agar hal itu hilang dari orang tersebut. Sedangkan Taqdir adalah perbuatan yang tidak mau mengeluarkan sebahagian harta padahal hal itu wajib untuk di keluarkan. Dan panjang angan-angan adalah orang yang memiliki angan-angan yang berlebihan disertai perbuatan lalai dari kewajibannya kepada Allah swt.

Selain dari bebepara penyakit hati yang telah di sampaikan di atas dalam ajaran Agama Islam masih dikenal juga penyakit hati yaitu GHIBAH.
Ghibah menurut Hadits Nabi Muhammad swa yang di riwayatkan oleh Muslim yaitu:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya.” (H. R. Muslim)
Dari beberapa ulasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa perbuatan menghina, melecehkan, memperolok-olok, memfitnah orang lain, suatu agama, nabi dan rasul, serta para pemimpin kita atau melecehkan individu lainnya dengan berbagai macam bentuk dan ragamnya merupakan penyakit hati yang dimilki oleh pelaku pelecehan, penggunjingan, pengolok-olokan, pemitnah itu sendiri. Oleh sebab itu penyakit ini harus segera di obati dengan memperbanyak beribadah kepada Allah, mendalami kajian-kajian agama serta segera bertaubat kepada Allah swt. Sebelum kita di jemput oleh Allah dalam keadaan kafir, ada baiknya kita segerah hijrah dari prilaku tersebut. Semoga Allah senentiasa mengampuni semua dosa-dosa kita, memeaafkan semua kesalahan kita dan menerima semua amal ibadah kita. Amin yarabbal ‘alamin..

Penulis: Hairi Yanto

2 comments:

Milda Ini mengatakan...

Wah bisa disebut penyakit ya. Hal baru juga ini

Hairi Yanto mengatakan...

Hehee.... Kira2 begitu buk, smg kita akan terhindar dari penyakit tersebut


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut