Home » » Perjuangan Sang Istri tuk keluarga

Perjuangan Sang Istri tuk keluarga

Pagi ini adalah malam makan sahur yang ke-7. Saya di kagetkan dengan ulah istri saya tuk membangunkan saya makan sahur. Seperti biasanya sorang istri selalu bangun lebih awal dari pada sang suami. Karena Sang istri harus menyiapkan segala persiapan tuk makan sahur keluarga. Dan di atara para istri yang bangun cepat itu adalah Istri saya. Dia bangun lebih awal, kira-kira satu jam sebelum waktu makan sahur. Dan biasanya saya baru makan sahur itu pukul 04.25 wib.

Istri & Adik Tercinta
Setelah semua hidangan di siapkan, seperti segelas air kopi hitam, sambal kentang di campur dengan jengkol, kemudian ada juga gulai rebung santan pedas (Ciri Khas kita Orang Bengkulu), timun tuk ulam makan, dan buah-buahan sebagai menu penutup makan sahur di pagi itu. Semua sudah di gelar di atas karpet lengkap dengan cuci tangannya. Kemudian barulah sang istri masuk kamar, membangun suaminya (aku sendiri) secara perlahan.

Pelan-pelan sang istri menyentuh ibu kaki sambil bersuara perlahan...."Ayahh...bangun makan sahur.." Kebayangkan bagaimana sang istri menjaga perasaan suami. Agar suami bisa bangun dengan baik, agar suami bangun dengan tidak kepala pusing, agar suami bangun dengan nyaman, sang istri pasti sudah tahu, bagaimana trik membangun pasangannya. Dan kebiasaan saya sendiri adalah harus dibangunkan secara perlahan, dan harus dari ujung kaki, Karena kebiasaan saya adalah orang yang mudah kaget, jika di bangun kan dengan cara menggoyang-goyang tubuh, bisa-bisa tangan saya ini melayang ke kepala, atau jika tidak kena ke kepala, bangun seperti orang yang lagi kesurupan, bersilat sendiri di atas tempat tidur.

Pernah terjadi masalahnya, di awal-awal kami menikah, sang istri belum tahu tabiat saya, tiba-tiba pada waktu subuh sang istri membangunkan saya dengan cara menggoyang-goyang tubuh, apa kata, bangun cak mencak seperti orang yang siap di ladeni dengan dunia persilatan, mata melotot, merah, kedua tangan bersilang, kuda-kuda kiri mantap, kaki kanan naik setengah pinggang. Kaget lah sang istri ini, cemas bercampur ketakutan, apa pasal yang terjadi dengan suami saya, katanya, untung saja dia tidak menjerit minta tolong kepada tetangga, jika itu terjadi..? apa kata dunia, malu lah saya...hehee. Naahh sejak dari itu, saya sampa sekarang hal itu tidak terulang lagi, karena setelah itu saya samapaikan kepada istri saya, jika ingin membangunkan ayah itu harus pelan-pelan dan sedikit menjaga jarak..(hehee kayak mobil rusak aja). Iya..memang begitu lah saya.

Kembali ke topik tadi. "Ayaahh..bangun, makan sahur..dah jam 4 lewat 10 ne....!" "iya buu....suara serak saya menyahut panggilan sang istri. Lalu saya bangun dan menuju kamar mandi tuk cuci muka dan kumur-kumur. dan setelah itu sayapun langsung duduk depan hidangan makan sahur yang telah di siapkan oleh Istri tercinta.

Dengan sigapnya saya, membaca niat puasa " Nawaitu saumaghadin an adaa i fardhi syahri ramadhani, hazihi sanati iman, wahtisaban, lillahi ta'ala" (Aku Berniat dalam hati untuk mengerjakan puasa ramadhan bulan ini dengan penuh keimanan dan perhitungan karena Allah swt) dan setalah itu membaca doa makan, lalu saya makan sahur di temani sang istri.

"Anak-anak belum bangun bu..?" sapa ku tuk memecahka kesunyian malam itu. "Belum yah...cuma tadi sebelum ayah bangun, dek Hana yang nangis dikit, minta "mama" (Menyusui), sudah ibu kasih, dan kemudian tidur kembali.." jawab istriku.
"Abang Hafidz gimana, nangis lagi ngak setelah muntah jam 2 tadi malam..?
"Ngak..!!"..Mudah-mudahan aja, bang hafidz ngak ngulang lagi muntahnya.." Harap sang istri.
"Yaa...mudah-mudahan besok dah sehat kembali...Amin..!

Hana Althafunnisa Khairani

Bang Hafidz sudah 3 hari ini memang dalam keadaan kurang enak badan, dia sedang sakit perut, kata bidan cuma gejala asam lambung aja, lalu obat magh dan penurun panasnya di kasih. Semoga aja bang Hafidz akan segera pulih... Amin.
Abdul Hafidz Al Khairi

Percakapapun berlanjut di ruang makan itu, dengan di iringi ucapan syukur yang tak terhingga, atas segala nikmat yang telah Allah kasih kan kepada keluarga kami. Semoga perjuangan sang istri dalam memelihara kehidupan keluarga ini akan menjadi ladang ibadah bagi nya. Amin...
Dan bagi saya tak henti-hentinya memanjatkan doa kepada Allah swt, semoga kami bahagia hidup dunia dan akhirat serta menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kerukunan, anak-anak kami sehat dan pintar, sehingga pada suatu saat nanti, mereka akan menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah..Amin

Penulis:
Hairi Yanto

#BloggerBengkulu
#Bloggerindonesia



2 comments:

Retno Kusumawardani mengatakan...

Begitulah seorang istri, bangun lebih awal tapi terkadang makannya belakangan karena harus menunggui anak yang sedang ikutan sahur

Hairi Yanto mengatakan...

Itulah hebatnya para Ibu-ibu mbak retno, ternyta perempuan itu lebih kuat dalam kenyataan, tapi lemah dalam teori, Lelaki itu kuat dalam teori, tapi lemah dalam penerapannya.. Jadilah saling melengkapi dalam mengarungi bahterarumah tangga...


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut