Home » » Rendahnya Moralitas Peserta Didik

Rendahnya Moralitas Peserta Didik

Merayakan kelulusan dengan aksi coret-coret baju seragam sekolah serta di ikuti dengan konvoi menggunakan kendaraan setelah pengumuman kelulusan ujian sekolah untuk tingkat SMA, SMP dan bahkan SD sederajat merupakan kebiasaan buruk yang terjadi secara turun temurun. Seperti yang banyak kita lihat di berbagai kesempatan, baik secara langsung maupun tidak langsung hal ini selalu saja terjadi setiap momen pengumuman kelulusan ujian Sekolah. Setiap tahun selalu saja begitu, seperti tidak ada tanda-tanda kebiasaan itu akan hilang. Meskipun teguran-teguran sudah dilakukan, upaya-upaya pencegahan sudah dilaksanakan dari berbagai pihak, namun belum memberikan hasil yang baik, untuk menurunkan tingkat kejadian tersebut.  Kebiasaan ini seharus nya tidak boleh terjadi, jika anak-anak menyadari betapa perbuatan tersebut sangatlah sia-sia.

Jika kita melihat kebelakang tentang sejarah awal mulanya aksi coret-coret yang dilakukan, terutama anak-anak SMA sederajat ketika merayakan kelulusan ujian sekolah adalah bermula pada sekitar tahun 1990-an sejak di berlakukannya EBTANAS (Evaluasi Tahap Akhir Nasional). Pada waktu itu, EBTANAS dirasa sangat lah berat, sehingga ketika pengumuman kelulusan keluar dan dinyatakan LULUS maka sebagai bentuk luapan perasaan di kala itu mulailah di ekspressikan dengan coret-coret seragam sekolah. Namun kebiasaan ini baru sebatas coret-coret seragam, tembok, rambut maupun tubuh, belum ada kegiatan konvoi-konvoi dengan menggunakan kendaraan. Namun sekitar tahun 2000an, perayaan kelulusan mulai beragam, tidak lagi hanya mencoret-coret seragam, namun di ikuti dengan konvoi-konvoi di jalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Kemudian semakin kesini, kreativitas anak semakin bertambah, konvoi dengan menggunakan kendaraan roda 4, sambil minum-minuman ber alkohol, kumpul di pantai sambil berpesta, ada juga yang adu OTOT, dan bahkan lebih parah lagi, akhir-akhir ini, mereka Check In ke hotel kelas melati, berjoget di depan sekolah dengan musik disco, sambil bernari-nari di tiang bendera. Campur baur antara laki-laki dan perempuan, tidak ada lagi rasa malu di dalam diri mereka, nilai-nilai pendidikan yang diberikan seolah-olah tidak membekas, hilang bersama dengan keringat yang bercucuran.



Apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia pendidikan kita sekarang..? siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap hal ini..? Murid kah..? Guru, Orang Tua, lingkungan, atau pemerintah..?
Kualitas lulusan peserta didik kita dasa warsa ini tidak lah menggembirakan, hal ini di buktikan Nilai Hasil Ujian yang jauh dari harapan, metoda kelulusan yang terbelah, di satu sisi pemerintah ingin ikut terlibat dalam hal meluluskan peserta didik, tapi disisi lain, 60% kelulusan di tentukan oleh Sekolah. Sehingga yang terjadi sekarang adalah hampir seluruh sekolah meluluskan peserta didiknya. Tidak peduli apakah mereka itu memang layak untuk lulus atau tidak,.? karena takut dengan sistem, sistem menghendaki presentasi kelulusan peserta didik, dan tidak akan mungkin sekolah berani ambil resiko terhadap itu, mana mungkin sekolah akan nyaman ketika sekolah nya berada di posisi tidak mencapai 100% kelulusan. Jika pun ada yang berani, maka harus siap dengan segala konsekuensi.

Tapi..... Para peserta didik dengan bangganya mencoret-coret baju sekolah, rambut, badan dengan disertai konvoi-konvoi di jalanan, meskipun nilai yang di peroleh tidak sebanding kerugian yang di timbulkan.

Akhir kata, semoga dunia pendidikan kedepan, akan mengalami revolusi secara menyeluruh, mulai dari para pemangku kepentingan, stakeholder, pemerintah, guru, orang tua serta lingkungan dan murid itu sendiri, mulai menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan para anak-anak didik kita. Ketika Moral anak-anak didik kita hancur, maka masa depan bangsa pun ikut hancur. Oleh sebab itu, hentikan memproduksi anak - anak tak bermoral, jauhkan mereka dari pencucian otak oleh media-media elektronik maupun cetak, sosial media yang tak bertanggung jawab serta hiburan-hiburan yang tidak mendidik. Ajak anak-anak kita meningkatkan nilai-nilai agama serta taat dalam menjalan perntah agama. Insya Allah, Anak-anak yang baik, akan meneruskan keberlangsungan bangsa dengan baik.. Amin

Penulis: Hairi Yanto

1 comments:

JESSICA YONG mengatakan...

KUMPULAN VIDEO LUCU,LANGSUNG SAJA TEKAN LINK DI BAWAH INI YA :

https://sukamodel.com

YUK DAPATKAN BONUS Rp. 10.000 SECARA GRATIS TANPA SYARAT ....!!!


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut