Tantangan


Ya, saya juga salah satu orang yang menyukai sebuah tantangan. Tantangan itu bukan sesuatu yang menyulitkan bagi kita sehingga kita tidak berani menghadapi tantangan itu. Tantangan itu justru akan mendidik dan mengajarkan kita menjadi lebih luas, lebih menguatkan mental, lebih banyak kecakapan yang kita peroleh, dan akan lebih banyak faedahnya dari pada mudharatnya.


Berani mengambil tantangan adalah merupakan kesiapan mental yang di miliki oleh seseorang. Tidak berani mengambil tantangan menunjukkan ketidak berdayaan seseorang dalam memperluas wawasan. Bukan persoalan bisa atau tidak bisa, cakap atau tidak cakap, sanggup atau tidak sanggup, namun lebih kepada mau atau tidak mau seseorang melakukannya.

Hana Althafunnisa Kairani

Banyak sekali persoalan yang sebenarnya mampu kita selesaikan dengan baik, asalkan kita mau melakukan berbagai upaya pemecahannya, tapi akan menjadi sebuah gundukan tanah yang tak bertuan, sehingga akan memunculkan sebuah persoalan baru yang mungkin saja akan menjadi tambah besar karena ketidak siapan diri kita dalam menerima tantangan tersebut.


Kita tidak bisa melakukan sesuatu yang baru saja kita hadapi, kita bisa belajar. Kita sangat sulit menyelesaikannya sendiri, kita bisa minta bantuan orang lain. Kita tidak punya panduan untuk menyelesaikannya, kita bisa bertanya, yang paling penting itu adalah maukah kita menerima tantangan itu, dan kita mau pula belajar, bertanya, dan minta bantuan kepada orang lain. Sehingga sesuatu yang sulit di awal akan menjadi ringan dan menghasilkan sesuatu yang baik untuk masa yang akan datang.


Pada dasarnya kita ini bukan lah siapa-siapa dan tak punya apa-apa. Saat kita di lahirkan, kita juga tidak membawa sehelai benangpun ke permukaan bumi, hanya darah sang ibulah yang membuat kita begitu mudah melewati pintu gerbang dunia ini. Setibanya kita di bumi, lalu kita menangis, dan kita juga tidak tahu apa yang kita tangisi itu, tapi kita menangis saja, sampai pada akhirnya kita berhenti menangis.


Seiring dengan perjalanan waktu, hari berubah bulan berganti, lalu kita tumbuh secara perlahan dengan membawa kemapuan kita masing-masing. Sehelai demi sehelai kecakapan itu seraya terlihat dan menggemaskan, senyuman dan tawa kecil pun mulai menghiasi suasana. Hati riang dan gembira hingga pada akhirnya kita mampu melakukan segala hal dengan kemampuan kita sendiri. Menagapa bisa demikian..? karena kita mau menerima tantangan-demi tantangan itu tanpa ada rasa takut dan kecewa.


Itulah tantangan yang mengiringi perjalanan kehidupan kita, kita bisa seperti saat sekarang ini, karena kemauan dan kemampuan kita dalam menerima segala tantangan yang kita hadapi yang tidak bisa terkalahkan.
Abdul Hafidz AL Kahiri


Posts Terbaru

Arsip Blog

Kategori

Info (10) Motivasi (8) OPINI (6) Pendidikan (3) Short Story (4) Sosok (1)

Pengikut